Jembatan Krueng Tingkeum Dibuka, Akses Jalan Nasional Banda Aceh–Medan Pulih
Selama jembatan utama terputus, pemerintah daerah bersama masyarakat memanfaatkan jalur alternatif, termasuk jalan desa.-Istimewa-
ACEH, DISWAY.ID-- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh dengan memulihkan konektivitas infrastruktur vital.
Salah satu langkah penting dilakukan melalui pembukaan kembali Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, yang sebelumnya putus total selama sebulan.
BACA JUGA:Aksi Sosial Atlet Muda Indonesia, Justin Barki Sumbang Rp 1 Miliar untuk Korban Banjir Sumatera
Jembatan darurat tipe bailey sepanjang 66 meter resmi difungsikan pada Sabtu, 27 Desember 2025, sekaligus memulihkan akses Jalan Nasional Banda Aceh–Medan yang sempat lumpuh.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU memprioritaskan pembukaan jalur tersebut mengingat perannya sebagai jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Pembangunan jembatan darurat ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, BUMN, dan kontraktor lokal.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk bertindak sebagai pelaksana dengan dukungan PT Krueng Meuh serta pendampingan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan BPJN Aceh.
BACA JUGA:Puluhan Ribu Buruh Bakal Kepung Istana 29-30 Desember, Tolak UMP DKI 2026 dan UMSK Jabar
BACA JUGA:Jadwal Tayang Drama China The Unclouded Soul Episode 1-40 END, Kisah Cinta Manusia dan Raja Siluman!
Bupati Bireuen, Mukhlis, yang meninjau langsung ke lokasi, menyambut gembira peresmian jembatan tersebut.
Ia mengapresiasi kerja cepat semua pihak yang terlibat dalam memulihkan akses yang sangat vital bagi warganya.
"Alhamdulillah kami tinjau jembatan Krueng Tingkeum. Dan ini mudah-mudahan kepada pengguna jalan juga tidak bermasalah nanti dan tidak akan terjadi kemacetan lagi seperti yang kita lihat pada hari ini," ujar Mukhlis saat ditemui di lokasi.
Bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan signifikan. Data Kementerian PU per 17 Desember 2025 mencatat 38 ruas jalan nasional dan 16 jembatan terdampak di Aceh.
BACA JUGA:Ratusan Rumah Terendam Banjir Balangan Kalsel, Tinggi Air Hanya Sisakan Atap Rumah
BACA JUGA:Transformasi Digital Aplikasi WANDA: Desain Baru yang Lebih Modern dan User-Friendly
Penanganan dilakukan di lintas timur, barat, dan tengah Aceh dengan pengerahan ratusan alat berat untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses.
Selama jembatan utama terputus, pemerintah daerah bersama masyarakat memanfaatkan jalur alternatif, termasuk jalan desa.
"Ya, kita terus mendukung dan bekerja sama sampai hari ini. Juga jalur-jalur yang kita gunakan untuk tembus ke lintas timur juga banyak menggunakan jalan-jalan desa yang hari ini dan kita ikut membantu untuk apa namanya memperlancar jalur lalu lintas ya," tambah Mukhlis.
Meski jembatan darurat telah beroperasi dengan kapasitas beban maksimal 30 ton, pemerintah daerah berharap pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan.
"Ya, harapan Kita ke depan mudah-mudahan PU pusat atau Kementerian PU bisa membangun segera jembatan permanen ya. Kalau seandainya sudah dibangun jembatan yang permanen, alhamdulillah sudah lancar seperti yang dulu," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: