Said Iqbal Soroti Nasib Wartawan di Jakarta, Stress Tinggi Tapi Upah Kalah Dari Karawang
Said Iqbal menyinggung kondisi wartawan di Jakarta yang menurutnya memiliki beban kerja dan tingkat stres tinggi.-Disway/Candra Pratama-
BACA JUGA:Warga Jakarta Wajib Tahu! Jam Operasi MRT Lebih Lama Saat Malam Tahun Baru 2026
BACA JUGA:Sukur! Samuel yang Ratakan Rumah Nenek Erlina Ditangkap Polda Jatim!
Said menjelaskan, ketimpangan tersebut menjadi alasan utama gerakan buruh terus menyuarakan penolakan dan menuntut kebijakan pengupahan yang lebih berkeadilan.
"Nah itulah yang akan kita perjuangkan," jelasnya.
Sebelumnya diwartakan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengklaim kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 di Jakarta paling tinggi ketimbang daerah lainnya di Indonesia.
Adapun Pramono telah resmi menaikan UMP DKI Jakarta 2026 sebesar 6,17 persen atau Rp333.115.
Sehingga jika ditotal besaran upah minimum tahun 2026 yang diterima buruh di Jakarta sebesar Rp5,7 juta.
Dalam menaikan UMP ini Pramono mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 dengan alfa 0,5-0,9.
BACA JUGA:Rival Abadi Bersatu? Ronaldo Incar Akhir Karier Sensasional Bareng Messi di Inter Miami
BACA JUGA:Lirik Lagu Slank - Republic Fufufafa dan Maknanya: Negeri Kacau, Orang pada Sakau
Dari alfa yang ditentukan dalam PP tersebut, Pramono mengambil angka tengah dengan indeks alfa 0,75.
"Jakarta sekarang ini sebenarnya UMP-nya dibandingkan dengan provinsi mana pun paling tinggi," kata Pramono di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin, 29 Desember 2025.
Besaran kenaikan UMP 2025 tersebut sudah melalui negosiasi panjang dengan pihak buruh dan pengusaha di Dewan Pengupahan.
Dari negosiasi antarkedua belah pihak tersebut, ditentukanlah angka kenaikan UMP dengan indeks alfa 0,75.
"Jadi kalau UMP ini kan negosiasi yang sudah lama sekali di Dewan Pengupahan antara pengusaha dengan para buruh," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: