Misteri Tersebarnya Video CCTV Inara-Fahmi, Saksi Kunci Sebut Ada Peran 'Mr. X'
Hotman Paris ikut berkomentar kasus Inara Rusli dan Insanul Fahmi-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID – Teka-teki asal-usul rekaman CCTV yang menyeret nama Inara Rusli dan Insanul Fahmi dalam pusaran kasus perzinaan mulai terkuak.
Dedy DJ, kuasa hukum dari saksi kunci bernama Viola, secara blak-blakan menyebut bahwa rekaman yang dijadikan bukti oleh Wardatina Mawa tersebut diperoleh dengan cara yang melanggar hukum.
BACA JUGA:Rossa Tunjukkan Kepedulian Sosial Lewat Zakat Mal Rp500 Juta Demi Bantu Korban Bencana di Sumatra
BACA JUGA:Indonesia CEO Excellence Award 2025: Mengapresiasi Pemimpin Visioner di Tengah Transformasi Ekonomi
Viola, yang merupakan rekan kerja Inara, disebut mengetahui betul bagaimana rekaman intim tersebut jatuh ke tangan pihak pelapor. Dedy mengklaim ada sosok misterius berinisial "Mr. X" yang sengaja mengambil rekaman tersebut tanpa izin.
"Klien saya mengetahui bahwa CCTV tersebut diambil oleh oknum atau Mr. X. Artinya, proses perolehannya tidak halal dan melawan hukum," ungkap Dedy kepada awak media di Jakarta, Senin 29 Desember 2025.
Karena dianggap sebagai bukti ilegal, Dedy meminta penyidik Polda Metro Jaya untuk bersikap objektif dan melakukan pengkajian ulang. Menurutnya, sebuah laporan pidana tidak sepatutnya dibangun di atas landasan bukti yang didapat dengan cara-cara yang tidak sah.
"Jika bukti yang digunakan Mawa diambil dengan cara melawan hukum, maka penyidik harus mengkaji ulang status laporan tersebut. Bukan bukti yang legal namanya kalau prosesnya sendiri bermasalah," tegasnya.
BACA JUGA:Usir Paksa Nenek Elina dari Rumahnya, Samuel Ardi Diamankan Polda Jatim
Di sisi lain, Insanul Fahmi merasa dirinya dan Inara tengah menjadi target operasi terorganisir. Ia menduga ada "komplotan" di balik layar yang sengaja mengeksploitasi masalah rumah tangganya demi kepentingan tertentu.
Insan bahkan melontarkan kecurigaan bahwa video CCTV tersebut sengaja diperjualbelikan untuk menjatuhkan reputasi mereka. Ia merasa Inara hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa dalam kisruh ini.
"Ini terasa sangat terorganisir. Momentumnya pas sekali dengan urusan rumah tangga saya. Kasihan Inara, dia sebenarnya tidak tahu apa-apa dan hanya terseret dalam permainan ini," ujar Insan.
Meski muncul tudingan miring soal keamanan data, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh barang bukti yang sudah disita berada dalam pengawasan ketat penyidik dan dijamin keamanannya sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: