Trump: AS Akan Ambil Alih Industri Minyak Venezuela
Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih industri minyak di Venezuela.-Tangkapan layar/YouTube-
WASHINGTON, DISWAY.ID -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa AS akan mengambil alih peran utama dalam memperbaiki industri minyak Venezuela yang telah mengalami kegagalan total selama bertahun-tahun.
Trump mengatakan bisnis minyak Venezuela saat ini hampir tidak menghasilkan apa pun dibandingkan dengan potensi produksi yang seharusnya dapat dicapai negara tersebut.
“Seperti yang semua orang tahu, bisnis minyak di Venezuela telah mengalami kegagalan total dalam jangka waktu yang lama. Mereka hampir tidak memompa apa pun dibandingkan dengan apa yang seharusnya bisa mereka pompa,” ujar Trump dalam konferensi pers, Minggu, 4 Januari 2026.
BACA JUGA:Timeline Konflik AS–Venezuela: Serangan Laut, Pengerahan Armada, hingga Nicolas Maduro Ditangkap
BACA JUGA:Detik-Detik Trump Serang Venezuela, Maduro dan Istri Diseret dari Kamar Tidur
Trump menyebut pemerintah AS akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak terbesar asal Amerika Serikat untuk masuk ke Venezuela.
Perusahaan-perusahaan tersebut, kata dia, akan menginvestasikan dana hingga miliaran dolar guna memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah.
“Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang bagi negara,” katanya.
Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menjalankan pemerintahan Venezuela hingga proses transisi kekuasaan yang dinilai aman, tepat, dan bijaksana dapat terlaksana.
BACA JUGA:5 Puasa Sunnah Januari 2026 Lengkap Jadwal dan Niat, Ayyamul Bidh, Rajab, hingga Senin-Kamis
"Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana," ucap Trump.
Ia menekankan AS tidak ingin pihak lain masuk dan mengambil alih Venezuela tanpa mempertimbangkan kesejahteraan rakyatnya.
Trump menyebut situasi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan tidak boleh terulang kembali.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: