PBSI Hapus Skema Promosi dan Degradasi Tahunan Atlet Pelatnas
Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) secara resmi menghapus sistem promosi dan degradasi atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung yang selama ini rutin dilakukan pada penghujung tahun-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) secara resmi menghapus sistem promosi dan degradasi atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Cipayung yang selama ini rutin dilakukan pada penghujung tahun.
Kebijakan ini diambil usai PBSI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem Pelatnas, meliputi performa atlet, padatnya kalender turnamen internasional, hingga efektivitas pembinaan jangka panjang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penataan ulang arah pembinaan nasional dengan tujuan menjaga stabilitas dan kesinambungan prestasi bulu tangkis Indonesia.
BACA JUGA:Kalah dari Malaysia, Jafar/Felisa Akui Terlalu Nafsu Bisa Menang: Performa Hari Ini Jelek Banget
BACA JUGA:Pasangan Fajar/Fikri Wanti-wanti Korea Selatan di Malaysia Open 2026
Kepala Binpres PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa penghapusan mekanisme tahunan ini bukan berarti federasi mengendurkan standar penilaian atlet.
Evaluasi tetap dilakukan secara ketat berdasarkan key performance indicator (KPI) yang telah ditetapkan oleh masing-masing pelatih.
“Apabila atlet tidak memenuhi KPI yang ditentukan, degradasi tetap bisa dilakukan. Namun, waktunya berbeda-beda untuk setiap atlet, bergantung pada capaian KPI mereka,” ujar Eng Hian dalam keterangan resmi, Rabu, 7 Januari 2026.
Sementara itu, mekanisme promosi atlet ke Pelatnas Cipayung tetap berjalan melalui jalur seleksi nasional (seleknas) PBSI yang dijadwalkan berlangsung setiap awal tahun.
Jumlah atlet yang direkrut akan disesuaikan dengan kriteria Binpres serta kebutuhan Pelatnas di masing-masing sektor.
BACA JUGA:Top Perform di 2025, Pasangan Marwan/Aisyah Bakal Debut di BWF Super 1000
BACA JUGA:Enggan Bahas Evaluasi SEA Games 2025, Erick Thohir Hanya Sampaikan Ucapan Tahun Baru
Eng Hian menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan guna memperkuat stabilitas pembinaan atlet agar program latihan dapat berjalan lebih konsisten tanpa terganggu oleh siklus promosi da degradasi tahunan yang kerap menambah tekanan mental atlet
Sebagai landasan kebijakan, PBSI sebelumnya telah menetapkan Peraturan Organisasi (PO) Nomor 012 Tahun 2025.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: