Neraca Dagang RI Cetak Rekor Berturut-turut, Surplus Rp646,46 Triliun!
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu.-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Dengan perkembangan positif yang ditunjukkan oleh perekonomian Indonesia pada akhir tahun 2025, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga turut mengungkapkan bahwa neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus USD 2,66 miliar pada periode November 2025, melanjutkan tren yang telah berlangsung sejak Mei 2020.
Menurut Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, neraca perdagangan sukses mencatatkan surplus sebesar USD 38,54 miliar atau setara Rp646,66 triliun secara kumulatif pada periode Januari-November 2025, atau naik USD 9,30 miliar (ctc).
"Ekspor Januari – November 2025 tercatat sebesar USD256,56 miliar, meningkat 5,61 persen (ctc). Peningkatan Ekspor terutama disumbang oleh sektor industri pengolahan dengan kontribusi 10,41 persen, mencerminkan meningkatnya nilai tambah Ekspor nasional," jelas Febrio kepada Disway secara daring, pada Selasa, 6 Januari 2026.
BACA JUGA:AS, China, India Jadi Andalan, Tren Neraca Perdagangan RI Surplus
BACA JUGA:Disambut Pedang Pora, Kombes Wisnu Wardana Resmi Pimpin Polresta Bandara Soekarno-Hatta
Di sisi lain, Febrio juga turut menambahkan bahwa tingkat impor pada periode yang sama juga tercatat telah naik 2,03 persen (ctc) menjadi sebesar USD 218,02 miliar.
Menurutnya, penyumbang utama peningkatan impor adalah dari sisi impor Barang Modal dengan kontribusi 3,28 persen, atau sejalan dengan aktivitas produksi yang ekspansif.
"Ke depan, dorongan terhadap keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi mitra dagang utama akan terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai dinamika global," tutur Febrio.
Di sisi lain, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso juga turut menyoroti peranan dari sektor nonminyak dan gas (nonmigas) dalam surplus neraca perdagangan tersebut.
Dalam hal ini, dirinya menyataka bahwa neraca perdagangan nonmigas berhasil mencatatkan surplus USD 4,64 miliar pada periode tersebut.
BACA JUGA:Singgung Reformasi, Menteri HAM Natalius Pigai: Suatu saat KPK Tidak Boleh ada Lagi di Indonesia
"Capaian neraca perdagangan pada November 2025 melanjutkan tren surplus untuk 67 bulan berturut- turut sejak Mei 2020. Neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus USD 4,64 miliar, sementara neraca minyak dan gas (migas) mencatat defisit USD 1,98 miliar," ujar Menteri yang akrab disapa Busan tersebut.
Sementara itu, berbagai indikator ekonomi domestik juga menunjukkan perkembangan positif di akhir tahun 2025.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: