Inspiratif! Warga Bintaro Sulap Semak Belukar Jadi Kebun Produkif

Inspiratif! Warga Bintaro Sulap Semak Belukar Jadi Kebun Produkif

Awal mula terbentuknya kebun produktif ini bermula pada tahun 2018, saat keresahan warga karena banyaknya hewan liar seperti anjing liar dan ular yang membuat warga takut.-Disway/Fajar Ilman-

BACA JUGA:CAIR! Saldo DANA Gratis Rp114.000 Masuk ke akun Dompet Digital Siang Ini, Cara Klaimnya Pakai DANA Kaget

BACA JUGA:Disney Umumkan Teagan Croft dan Milo Manheim Perankan Tangled Versi Live Action, Intip Profilnya Berikut

Sugi mencatat, sepanjang tahun 2025 saja hasil kebun naik cukup signifikan. Bahkan, sampai 1 ton untuk sayuran. Seperti sawi, salada, terong dan salada. 

Sedangkan untuk hasil buah-buahan sedikit lebih kecil. Karena di kebun ini memang fokus pada tanaman sayuran. Menurutnya, nilai komoditas sayuran lebih menjajikan ketimbang buah.

"Kalau cepat untuk menghasilkan adalah jenis sayuran karena masa tanam yang cepat dan cepat terjual juga. Tapi juga tidak kalah untuk tanaman seperti cabai juga sangat menguntungkan," ungkapnya.

Namun, hasil kebun tidak melulu lancar. Ada tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas tanaman. Beberapa tanaman seperti cabai kerap kali gagal panen akibat cuaca buruk.

"Cabai kali ini gagal panen, hujan terus dari kemarin,"katanya.

BACA JUGA:Polisi Resmi Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Diplomat Muda Arya Daru, Kenapa?

BACA JUGA:Promo JSM Superindo Minggu Ini 9-11 Januari 2026, Rose Brand Minyak Goreng 2L Rp35 Ribuan

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa keterlibatan warga sekitar juga sangat membantu. Sebab, tidak sedikit warga sekitar dan luar wilayah ini yang membeli hasil kebun ini. 

"Kalau sampai saat ini warga kebetulan juga memang mendukung betul. Dengan cara membeli apa yang kita panen disini. Disini juga banyak warga dari luaran wilayah sini yang sudah ikut menikmati dn membeli di kebun kami," ujarnya.

Ia mengatakan, dari hasil panen yang dijual akan dibagikan kepada kelompok tani dan dimanfaatkan untuk membeli bibit tanaman lagi untuk keberlangsungan pertanian.

"Hasil panen yang kita dapat, kita jual hasilnya kita manfaatkan untuk membeli bibit dan pokok kembali untuk kita berkebun bertanam lagi. Sebagian kita gunakan untuk para anggota tani kita. Bagi bagi hasilnya untuk rumah tangga masing masing," ungkapnya.

BACA JUGA:Kaltara Masuk Zona Endemik Penyakit DBD, Vaksinasi Pencegahan Paling Efektif

BACA JUGA:Siapa Asisten Pelatih Boyongan John Herdman? Sumardji Ungkap Faktanya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads