UNSIA Dorong Indonesia Emas 2045, Cetak SDM Berbasis DNA Digital

UNSIA Dorong Indonesia Emas 2045, Cetak SDM Berbasis DNA Digital

Rektor UNSIA, Jang Youn Cho, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menekankan bahwa lulusan UNSIA adalah pionir di era Artificial General Intelligence (AGI). -Istimewa-

BACA JUGA:Cek Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 19 Januari 2026, Nih Lokasi Terdekat!

"Gunakan efisiensi AI untuk memberi Anda lebih banyak waktu menjadi manusia yang lebih empati dan melayani bangsa dengan hati yang tidak dapat direplikasi oleh kode mana pun,’’ paparnya.

Momentum wisuda ini menjadi sangat bersejarah dengan pengenalan program unggulan "Transmigrasi Patriot 2026". 

Program ini merupakan gerakan nasional yang mengintegrasikan Tim Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot (S2) guna membentuk kawasan transmigrasi yang produktif dan mandiri secara ekonomi berbasis riset aplikatif. 

‘’Di tahun 2026, ditargetkan sebanyak 1.000 awardee beasiswa magister akan menempuh pendidikan selama 18 bulan, termasuk melakukan penelitian tesis dan pengabdian langsung di 154 kawasan transmigrasi seluruh Indonesia,’’ kata Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. Edy Gunawan, SE., MM

BACA JUGA:China Berhasil 'Acak-Acak' AS, Ranking Harvard University Keok Dikalahkan Kampus Xi Jinping

BACA JUGA:Oknum Staf Ahli Kemenkeu Diminta Segera Diperiksa Kejaksaan Agung!

"Melalui platform siber, kita telah berhasil menjangkau pelosok nusantara dari Aceh hingga Papua untuk mencetak SDM unggul yang siap membangun kawasannya tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran. 

"Anda memiliki keunggulan kompetitif berupa kemandirian dan literasi digital yang tajam untuk menjadi solusi bagi lingkungan sekitar,’’ujar Ketua Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK), Dr. Ramlan Siregar, M.Si.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A, Kepala LLDIKTI Wilayah III. 

"Lulusan kampus siber harus memiliki 'DNA Digital' yang menjadi keunggulan kompetitif mutlak. Di tengah disrupsi AI, ijazah saja tidak cukup. 

BACA JUGA:MilkLife Soccer Challenge Tangerang dan Semarang Seri 2 Makin Seru: Talenta Makin Bermunculan

BACA JUGA:Update Informasi Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini 19 Januari 2026: BMKG Prediksi Turun Hujan Petir!

"Saudara harus menjadi praktisi solutif yang mengombinasikan keahlian informatika, komunikasi, atau manajemen untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat," ungkapnya. 

UNSIA Buka Prodi Baru Teknologi Informasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads