Siapkan Media Center Haji 2026, Kemenhaj Gembleng Puluhan Jurnalis di Pondok Gede

Siapkan Media Center Haji 2026, Kemenhaj Gembleng Puluhan Jurnalis di Pondok Gede

Tenaga Ahli Bidang Humas dan Media Kemenhaj RI, Ichsan Marsha di sela Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (16/1/2026).-ist-

JAKARTA, DISWAY.ID– Puluhan jurnalis dari berbagai media nasional dan daerah yang tergabung dalam satuan kerja Media Center Haji (MCH) mulai menjalani pendalaman tugas dan fungsi (tusi).

Hal ini dijalani mereka saat "penggemblengan" pada pekan kedua Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Sebagai mana Tusi lainnya, satuan kerja MCH telah mengikuti jadwal ketat sejak pekan pertama Diklat, mulai Peraturan Baris Beris (PBB), senam bersama, Bahasa Arab hingga materi Diklat pelayanan haji.

BACA JUGA:Menakar Profesionalisme Petugas Haji 2026, Guru Besar UIN: Melayani Jemaah Bukan Sekadar Formalitas

Diketahui, MCH ini merupakan bagian tak terpisahkan dari PPIH Arab Saudi 2026 yang telah diseleksi Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj). 

Diklat PPIH Arab Saudi 2026 digelar Kemenhaj pada 10-30 Januari 2026 di Asrama Haji, Pondok Gede Jakarta yang diikuti 1.600-an peserta.

Sedangkan dari Tusi MCH yaitu sebanyak 60 jurnalis, baik dari televisi, media cetak, radio, dan media siber.

Kehadiran mereka di Tanah Suci nantinya bukan sekadar sebagai pelapor berita, melainkan menjadi representasi wajah Indonesia di kancah internasional dalam konteks visualisasi dan informasi penyelenggaraan ibadah haji.

Tenaga Ahli Komunikasi dan Media Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, menekankan bahwa peran MCH sangat krusial sebagai "benteng" informasi resmi pemerintah.

Hal ini berkaca pada maraknya disinformasi dan hoaks yang kerap muncul demi kepentingan pribadi, seperti peningkatan engagement atau kapitalisasi isu oleh oknum tertentu.

"Di sinilah peran MCH hadir untuk meluruskan, menengahi, dan memberikan edukasi kepada publik serta jemaah. Kita harus menghadirkan narasi yang terstruktur dan berimbang agar keluarga jemaah di tanah air merasa tenang karena memperoleh informasi yang valid," ujar Ichsan di sela-sela materi Diklat, Senin (26/1/2026).

BACA JUGA:Kemenhaj Siapkan Skema Pergerakan 525 Kloter Jemaah Haji 2026, Ini Perbedaan Gelombang I dan II

Berbeda dengan asumsi umum, masa tugas jurnalis MCH di Arab Saudi diprediksi akan berlangsung selama 60 hingga 70 hari. Durasi ini menyesuaikan dengan dinamika di tiap Daerah Kerja (Daker).

Diperkirakan, petugas di Daker Madinah akan bertugas selama 70 hari, sementara di Daker Makkah sekitar 60 hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads