Perkuat Standar Kendaraan, TUV Rheinland Indonesia Gandeng BPLJSKB, Lengkapi Fasilitas Uji Tabrak

Perkuat Standar Kendaraan, TUV Rheinland Indonesia Gandeng BPLJSKB, Lengkapi Fasilitas Uji Tabrak

Di BPLJSKB memiliki fasilitas yang lengkap untuk pengujian kendaraan bermotor bertaraf internasional, seperti laboratorium Crash Test, Braking System Test, Seatbelt Anchorage Test, Exhauts Emission Test, Electrical Safety Test, Rear View Mirror Test dan l-Istimewa-

BACA JUGA:Bupati Pati dan Wali Kota Madiun Ditahan KPK, Kemendagri Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Berjalan

Selain itu, BPLJSKB mempunyai fasilitas proving ground yang sanggup mengetes kendaraan bermotor di luar ruangan (Outdoor). Meliputi pengetesan High Speed Oval Track, Noise Emission Loop Track, Low Friction Braking Track & Test Hills, Dynamic Area, Passive Safety Lab. dan Rear Visibility Lab.

Tri Bowo Leksono, A Ma.PKB.,S.T.,M.MTr.  turut mengapresiasi kerjasama ini. “Penandatanganan ini merupakan langkah strategis dari BPLJSKB maupun TÜV Rheinland Indonesia untuk memperkuat peran dari technical service yang ada di internasional 

“Seperti TÜV Rheinland juga BPLSJKB yang sudah hadir dengan fasilitas-fasilitas yang memenuhi standar internasional dan tentunya bantuan support dari para stakeholder untuk bisa maju bersama.”

Ia menambahkan, kalau kerja sama ini bukan cuma koordinasi teknis semata, tetapi juga penguatan ekosistem dari pengujian nasional yang nantinya akan ditransfer menjadi internasional. 

“Harapannya kerjasama ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh stakeholder dan pelaku industri dan komponen kendaraan bermotor di Indonesia,” ujar Tri Bowo Leksono.

BACA JUGA:Debut Dejan-Bernadine Berbuah Manis di Indonesia Masters 2026

BACA JUGA:Penampakan Black Box Pesawat ATR 42-500 PK-THT yang Ditemukan di Dasar Jurang Bulusaraung

Perkembangan industri otomotif baik kendaraan bermotor maupun komponennya ke Indonesia, tampak sangat pesat. 

Apalagi jika memperhatikan produk-produk otomotif yang masuk ke dalam negeri.

Nyoman Susila selaku Presiden Direktur TÜV Rheinland Indonesia menerangkan, “Sekarang ini semakin berkembang teknologi mobil-mobil baru yang membutuhkan pengujian, menyesuaikan dengan teknologi atau fitur yang diadopsi yang baru-baru ini. 

“Perkembangan teknologi sangat cepat, dan itu mesti dipastikan ke konsumen bahwa produk sebuah kendaraan massal harus aman dan sebagainya, maka dibutuhkan balai uji dengan teknologi yang dipercaya,” jelasnya.

Ini tantangannya, industri otomotif membutuhkan proses, sistem dan lokasi pengujian yang lengkap, bersertifikasi dan bertaraf global.

“TÜV Rheinland hadir untuk mendukung apapun yang dibutuhkan. Referensi-referensi internasional misalnya, dan kami juga di internal, juga mengikuti secara detail, sangat dekat juga dengan tumbuhnya teknologi-teknologi baru. Jadi tantangan untuk teknologi baru, di sini sudah ada fasilitas, kami support,” lanjut Stefan Heuer.

BACA JUGA:Sekolah Kebanjiran, Siswa di Jakarta Boleh PJJ dan WFH di Rumah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait