Rahasia Gelap dan Celah Pidana Child Grooming

Rahasia Gelap dan Celah Pidana Child Grooming

Ilustrasi. apabila pelaku masih dibawah umur, penanganan hukum masih tetap bisa dilakukan dengan pidana UU Perlindungan anak yang mengatur pemidanaan bagi pelaku anak dan perlindungan bagi korban.-Istimewa-

“Tetap bisa dijerat pidana UU Perlindungan anak yang mengatur pemidanaan bagi pelaku anak dan perlindungan bagi korban. Meskipun melalui lembaga “diversi” (perdamaian) yang dilakukan oleh semua stake holder termasuk penegak hukum,” ungkapnya.

Ia mengimbau kepada pemerintah untuk melakukan pengawasan dan penindakan yang cepat untuk menangkap pelaku.

“Pengawasan dan penindakan yang cepat dan tegas sampai dengan ke pengadilan oleh otoritas,” tuturnya.

Peran Orangtua jadi Hal Vital

Sebagai pihak yang seharusnya memiliki kedekatan paling besar dengan anak, peran orangtua pun juga memiliki hal vital dalam memastikan tumbuh kembang anak.

Hal serupa pun juga turut diungkapkan oleh Founder komunitas Gembira Parenting, Reza Imran. Dalam hal ini, dirinya menjelaskan bahwa kejahatan child grooming sendiri pada dasarnya “masuk” ke dunia anak bukan sebagai orang jahat, tapi malah sebagai orang yang peduli dan memberikan perhatian.

"Pada dasarnya selama orang tua menjadi tempat aman anak. Atau istilahnya “tempat pulang” ketika anak lelah. Maka mau masuk dari manapun pelaku grooming akan lebih cepat diidentifikasi oleh orang tua, untuk segera dilakukan tindakan preventif demi keamanan anak," tutur Reza ketika dihubungi oleh Disway, pada Selasa (20/01).

Untuk mewaspadai tindakan kejahatan child grooming ini, Reza mengungkapkan bahwa ada beberapa tanda yang dapat diwaspadai oleh orangtua, yang terdiri dari:

● Anak menjadi lebih tertutup secara emosional, bukan hanya ingin privasi. Tapi lebih tidak mau diketahui apa perasaannya. Ketika orang tua tanya tentang perasaannya banyak dijawab “aman”,”gpp”,”baik-baik aja”.

● Lebih defensif, mudah tersinggung, atau sangat protektif terhadap ponsel. Tidak

selalu ini pertanda buruk, tapi orang tua butuh cari cara untuk kembali

membersamai tanpa terkesan mendesak.

● Menghapus chat, menggunakan akun cadangan.

"Secara umum orang tua dapat waspada ketika ada beberapa tanda ini, walau tidak selalu tapi ini bisa menjadi kewaspadaan," tegas Reza.

Pola Komunikasi dan Kepercayaan dari Anak

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads