Media, Narasi, dan Politik Kebenaran

Media, Narasi, dan Politik Kebenaran

Ilustrasi - Narasi media yang mengatur manusia bukan hanya hukum, tetapi narasi-istockphoto-

Setiap “kebenaran” memiliki konteks. Tugas warga yang berpikir bukan hanya mengonsumsi informasi, tetapi juga membongkar bagaimana informasi itu disusun.

Pada akhirnya, hukum memang mengatur perilaku. Tetapi sebelum perilaku diatur, pikiran harus lebih dulu diarahkan. Narasi adalah pintu masuknya.

Di era banjir informasi, kemampuan membaca narasi secara kritis bukan sekadar kecakapan intelektual, melainkan syarat dasar untuk menjaga kebebasan berpikir.

Karena yang paling berbahaya bukan kebohongan terang-terangan, melainkan kebenaran yang dibentuk oleh pengulangan tanpa pernah dipertanyakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads