Jelang Ramadan dan Lebaran, Lonjakan Harga Daging Sapi Bikin Pelaku Usaha Kuliner Kelimpungan
Menjelang bulan suci Ramadan dan Lebaran, ketersediaan daging sapi di sejumlah pasar tradisional menjadi sorotan-disway.id/Cahyono-
Salah satunya terlihat dari pedagang Bakso Muncul gerobakan di kawasan Meruya, Jakarta Barat.
Di tengah naiknya harga bahan baku, pedagang tersebut tetap berjualan seperti biasa meski keuntungan tak sebesar sebelumnya.
BACA JUGA:PPN 12% Bukan Sekadar Angka: Rakyat Menjerit, Industri Tercekik
BACA JUGA:PPN 12% Bikin Susah! Boro-Boro Beli HP atau Mobil, Rp100 Ribu Sehari Gak Cukup
Saat tim Bisik Disway menyambangi lokasi, aroma kuah bakso yang kaya rempah langsung menyambut.
Pembeli tampak datang silih berganti, memesan bakso untuk disantap di tempat maupun dibungkus.
Pedagang bakso tersebut terlihat rapi mengenakan kemeja batik dan celana chino hitam.
Sikapnya ramah, sesekali bertanya kepada pelanggan soal jenis bakso yang diinginkan.
“Iya, harga daging memang lagi naik, tapi ya tetap harus jualan,” ujar pedagang yang enggan disebutkan namanya.
BACA JUGA:Pilihan Childfree Gen Z dan Upaya Pemerintah Menjawab Kecemasan Anak Muda
BACA JUGA:Tren Childfree Meningkat, Isyarat Awal Tantangan Ekonomi
Ia mengungkapkan bahwa dirinya hanya karyawan, sementara urusan pembelian dan stok daging diatur oleh pemilik usaha.
Meski harga bahan baku naik, ia memastikan tidak ada pengurangan porsi maupun kenaikan harga jual.
“Harga tetap Rp16 ribu per mangkuk. Mau bakso urat atau telur, tetap sama,” jelasnya.
Menurutnya, menaikkan harga justru dikhawatirkan akan membuat pelanggan beralih.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: