Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru

Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menerima kepala daerah dari Aceh Jaya, Kepulauan Aru, Padang Lawas Utara, Halmahera Tengah, Sanggau, Tegal, Kutai Timur, dan Tabalong, membahas rencana pembukaan Sekolah Rakyat di Kantor Kemensos, Jakarta Pu-Dok.Kemensos-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyambut baik antusiasme delapan kepala daerah untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing.

Ia pun meminta mereka segera menyiapkan lahan maupun gedung yang nantinya bakal digunakan.

Hal ini disampaikan Gus Ipul saat menemui 8 kepala daerah, yaitu bupati Aceh Jaya, Kepulauan Aru, Padang Lawas Utara, Halmahera Tengah, Sanggau, Tegal, Kutai Timur, dan Tabalong di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Februari 2026.

BACA JUGA:Bahlil Tegaskan Bukan Nepotisme, Anak Adies Kadir Sah Gantikan Ayahnya di DPR RI Sesuai RUU Pemilu

BACA JUGA:Sosok Wakil Ketua PN Depok yang Kena OTT KPK, Kasus Dugaan Suap Perkara Sengketa Lahan

"Kita bikin komitmen, mari kita percepat penyelenggaraan Sekolah Rakyat, apakah dengan rintisan dulu atau gedung permanen. Nanti tergantung kondisi lapangannya. Kita senang sekali kalau disambut dengan semangat, kita juga ikut semangat," kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan bahwa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi kepala daerah sebelum menyelenggarakan Sekolah Rakyat.

Salah satunya, yakni status lahan yang diusulkan sebagai lokasi sekolah rakyat permanen bukanlah tanah sengketa dan merupakan milik Pemda.

"Selama memenuhi syarat, ada gedungnya, kita bisa cepat untuk (menyelenggarakan) sekolah yang permanen. Kita dukung," ujarnya.

"Maka itu, semakin cepat tanah ada, semakin cepat dibangun, semakin cepat masyarakat merasakan hadirnya Sekolah Rakyat," sambung Gus Ipul.

BACA JUGA:KAI Siapkan Kereta Tambahan Hadapi Mudik Lebaran 2026, Catat Waktunya

BACA JUGA:Wakil Ketua PN Depok Terjaring OTT KPK, Begini Suasana Kantor Pengadilan Malam Ini

Gus Ipul menyebut, program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto itu merupakan miniatur pengentasan kemiskinan.

Sebab, anak-anak dari keluarga Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) disekolahkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads