Metode Pembelajaran Ini Terbukti Tingkatkan Nilai Literasi Daerah, Guru Makin Termotivasi
Yayasan Bakti Barito bersama STiR Education secara resmi memasuki Fase 2 implementasi program di Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), lembaga penjaminan mutu pendidikan di bawah Ke--istimewa
BACA JUGA:Kemenag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
Model yang Telah Terbukti untuk Meningkatkan Pembelajaran
Pendekatan STiR Education berfokus pada perubahan perilaku dan penguatan motivasi intrinsik. Alih-alih mengandalkan model pelatihan satu kali yang bersifat jangka pendek, melalui Siklus Peningkatan Pembelajaran (Learning Improvement Cycles), guru, kepala sekolah, pengawas, dan pejabat dinas pendidikan terlibat dalam proses pembelajaran bersama, pendampingan, refleksi, serta perbaikan berkelanjutan yang didukung oleh data.
Evaluasi dampak yang dilakukan secara independen oleh Deloitte pada tahun 2024, serta ditinjau secara akademis oleh Northeastern University, menunjukkan bahwa kota/kabupaten yang didukung oleh STiR di Indonesia mencatat hasil literasi 16,4% lebih tinggi dibandingkan kabupaten kontrol.
Selain itu, ditemukan pula peningkatan pada pembelajaran sosial-emosional siswa serta tingkat otonomi guru.
BACA JUGA:Kemenag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
Memperkuat Keberlanjutan dan Institusionalisasi di Tingkat Daerah
MoU dengan BBPMP menegaskan komitmen bersama dalam membangun kemandirian daerah dalam pengelolaan dan keberlanjutan program.
Pada Fase 2, BBPMP akan mengambil peran yang lebih besar dalam mengoordinasikan dan mengelola pendekatan ini di Jawa Timur, dengan Bakti Barito–STiR Education berperan sebagai mitra teknis strategis.
“Kemitraan dengan BBPMP merupakan langkah penting untuk memperkuat peran motivasi intrinsik dalam mendukung perubahan berkelanjutan pada sistem pendidikan Indonesia,” ujar Yoni Nurdiansyah, Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Pendidikan Unggul–Program STiR Indonesia.
“Berangkat dari empat tahun pembelajaran dan adaptasi yang telah dilakukan, Fase 2 memungkinkan kami bekerja lebih erat dengan mitra pemerintah untuk mendorong peningkatan sistem secara menyeluruh, serta memastikan guru memiliki dukungan yang dibutuhkan agar setiap anak dapat belajar dan berkembang secara optimal,” tambahnya.
BACA JUGA:Soal TPG dan TPD, Sekjen Tegaskan Kemenag Serius Benahi Tata Kelola Guru dan Dosen
Sementara itu, Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari, menyampaikan, di Bakti Barito, pihaknya meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan berakar pada pemberdayaan guru dan penguatan sistem.
"Kemitraan Fase 2 ini menegaskan komitmen kami untuk mendukung solusi yang dipimpin oleh pemerintah, menguatkan peran para pemangku kepentingan pendidikan di daerah, serta memastikan mutu pendidikan tidak hanya terjaga, tetapi juga terus meningkat dari waktu ke waktu," jelasnya.
Kemitraan ini selaras dengan prioritas pendidikan nasional Indonesia dan mendukung visi bersama untuk membangun sistem pendidikan di mana guru senang mengajar dan anak-anak senang belajar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: