Waduh! Gus Ipul Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran

Waduh! Gus Ipul Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran

Gus Ipul juga mengatakan, kementeriannya juga fokus melakukan perbaikan pada penyaluran Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).-Disway/Anisha Aprilia -

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengakui 45% program bantuan sosial dari pemerintah seperti bansos dan PKH tidak tepat sasaran.

"Data Dewan Ekonomi Nasional menunjukkan, misalnya, program PKH dan Bantuan Sembako yang melalui Kementerian Sosial itu ditengarai 45 persen tidak tepat sasaran," kata Gus Ipul dalam rapat bersama pimpinan DPR RI, Senin, 9 Februari 2026.

BACA JUGA:50 Kode Redeem Hari Ini 9 Februari 2026 Spesial Valentine, Serbu Hadiah Baru Gratis!

BACA JUGA:6 Lokasi Nonton Barongsai di Jakarta 2026 Terbaru Lengkap Jadwal Pertunjukannya, Saksikan Atraksi Liong Dance hingga Bian Lian

Karena itu, pihaknya selama satu tahun ini terus melakukan konsolidasi dengan BPS dan Pemerintah Daerah untuk menghadirkan suatu data yang lebih akurat, memenuhi kriteria agar Bansos tepat sasaran.

Selain itu, lanjut Gus Ipul, kementeriannya juga  fokus melakukan perbaikan pada penyaluran Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).

Saat ini, alokasi penerima PBI JKN secara nasional ditetapkan sebanyak 96,8 juta jiwa, sama seperti alokasi pada tahun 2025.

"Inilah penerima PBI JK seluruh Indonesia. Alokasinya adalah 96.800.000 jiwa. Sama dengan tahun 2025. Nilai rupiahnya adalah 48 triliun 787 miliar 200 juta rupiah. Di mana setiap bulannya dicairkan kepada BPJS Kesehatan 4 triliun lebih," ujar dia.

BACA JUGA:Pasien Cuci Darah Tembus 200 Ribu Orang, Menkes Ungkap Fakta Mengejutkan

BACA JUGA:Rayakan 85 Tahun di IIMS 2026, Jeep Tampilkan Lini Wrangler dan Gladiator!

Mensos mengatakan, sejak dilantik pada 2024, Kemensos mulai melakukan penataan ulang data penerima PBI JKN di seluruh kabupaten dan kota.

"Pada 2025, pemerintah memperoleh data alokasi penerima PBI JKN berdasarkan wilayah, yang kemudian dibandingkan dengan data terbaru tahun 2026," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads