Dunia Usaha Kembali Bunyi, Bank Indonesia Bongkar Data Keyakinan Konsumen Meningkat

Dunia Usaha Kembali Bunyi, Bank Indonesia Bongkar Data Keyakinan Konsumen Meningkat

Gambaran besar terkait kondisi ekonomi saat ini berdasarkan indek konsumen Bank Indonesia. Pusat-pusat kuliner semakin luas, aktivitas dunia usaha pun otomatis jauh lebih sibuk.-Bianca/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Memasuki bulan kedua tahun 2026, Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Januari 2026, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Lewat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 127,0. Jumlah tersebut diketahui jauh lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 123,5.

Sementara itu menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, meningkatnya keyakinan konsumen pada Januari 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

"Masing-masing (IKE dan IEK) tercatat sebesar 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6," tutur Ramdan kepada awak media, pada Selasa (10/02).

BACA JUGA:Peringati Bulan K3, Pertamina Patra Niaga Edukasi Rumah Tangga dan UMKM soal Penggunaan LPG Aman

BACA JUGA:Pemprov DKI Siaga Lebaran 2026, 3 BUMD Turun Tangan Jaga Harga Pangan

Sementara itu, sebelumnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut mengungkapkan kinerja sektor industri pengolahan nasional mengawali tahun 2026 dengan tren yang semakin positif.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2026 untuk sektor ini tercatat sebesar 54,12 atau meningkat 2,22 poin dibandingkan Desember 2025.

Menurut Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, hasil ini merupakan capaian tertinggi sejak IKI pertama kali diluncurkan pada November 2022.

"Capaian ini juga lebih tinggi 1,02 poin dibandingkan Januari 2025, yang menandakan penguatan kepercayaan pelaku industri terhadap prospek usaha di awal tahun," ucap Febri.

BACA JUGA:Perkuat Pasokan Gas Dalam Negeri, PLN EPI Mulai Pembangunan Pipa Gas Ruas Natuna-Pemping

BACA JUGA:Mudik Bareng AHM Sudah dibuka, Tersedia 2400 Kuota, Ini Cara Daftarnya!

Secara makro, kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur 20–21 Januari 2026 dinilai memberikan sinyal stabilitas bagi dunia usaha.

BI menilai kebijakan ini sejalan dengan pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta konsistensi pencapaian sasaran inflasi 2026–2027 sebesar 2,5 persen ±1 persen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads