Investasi Rp247 Miliar untuk Kilang Mini LNG Pertama di Pulau Jawa
PT. Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),-Dok. ESDM-
JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyambut baik Kilang Mini LNG milik PT. Liquid Nusantara Gas yang memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Madura Strait yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Transformasi energi tersebut ditandai dengan peresmian Kilang Mini LNG PT. Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung pada Rabu, 11 Februari 2026.
BACA JUGA:Golkar Beri Sinyal Tetap Usung Prabowo di Bursa Capres 2029, Cawapresnya Siapa?
Proyek ini dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp247 miliar dan dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari, atau hampir 7.000 ton per tahun. PT. Liquid Nusantara Gas mengolah LNG agar lebih praktis dan efisien untuk didistribusikan ke pembangkit listrik, kawasan industri, serta berbagai pusat pertumbuhan ekonomi lainnya.
Terobosan ini merupakan kali pertama dibangun di pulau Jawa. Gas produksi dalam negeri dicairkan menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) dalam skala mini, membuat proses penyaluran yang jauh lebih fleksibel bagi industri dan sektor ketenagalistrikan.
"Peresmian kilang mini LNG PT. Liquid Nusantara Gas ini merupakan kilang LNG pertama di Pulau Jawa. Ini merupakan momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk keperluan industri, pembangkit listrik, dan juga berbagai kegiatan ekonomi lain, terang Yuliot.
Ia berharap LNG yang diproduksi dari kilang mini mampu memberi manfaat yang luas untuk masyarakat. Fasilitas menjadi contoh pelaku usaha untuk terus mengembangkan teknologi pemanfaatan potensi gas, khususnya di wilayah-wilayah penghasil gas bumi di Indonesia. “Ke depan tidak tertutup kemungkinan pemanfaatan LNG melalui kilang mini ini didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia," ujar Yuliot.
Dari sisi industri dalam negeri, proyek ini menonjol berkat tingkat kandungan komponen lokal yang tinggi. "Dari pengembangan teknologi, mini LNG ini menggunakan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang cukup tinggi, sekitar 86% dari informasi yang kami terima. Jika dibandingkan dengan standar yang kita tetapkan sekitar 30-40%, capaian ini jauh di atas ketentuan. Tentu ini merupakan bagian dari kolaborasi teknologi. Tadi Mr Ambassador juga menyampaikan bahwa ini merupakan kolaborasi teknologi antara Indonesia dengan Galileo, perusahaan teknologi dari Argentina," jelasnya.
BACA JUGA:Selesai Bulan Ini, Menko Airlangga Ungkap Isi Kesepakatan Tarif Dagang dengan AS
PT. Liquid Nusantara Gas mengoperasikan unit-unit modular cryobox. Direktur Utama PT. Liquid Nusantara Gas, Wira Rahardja menyebut tiga mesin cryobox dari Galileo Technologies dan akan ditambah menjadi lima.
"Ke depan akan ada lima cryobox, dengan kapasitas produksi sekitar 2.500 ton LNG per bulan," ujar Wira.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: