Gedung Sate dan Gasibu Segera Disulap Jadi Kawasan Terpadu

Gedung Sate dan Gasibu Segera Disulap Jadi Kawasan Terpadu

Simbol ikonik Jawa Barat, Gedung Sate, bersiap bersalin rupa.-Son/Jabar Ekspres-

BANDUNG, DISWAY.ID-- Simbol ikonik Jawa Barat, Gedung Sate, bersiap bersalin rupa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berencana merombak total tampilan halaman depan gedung bersejarah tersebut untuk diintegrasikan langsung dengan Lapangan Gasibu pada tahun 2026 ini.

Langkah ini bukan sekadar wacana. Berdasarkan data dari LPSE Jawa Barat, Biro Umum Pemprov Jabar telah memulai tahap awal dengan melelang Jasa Konsultasi Pengawasan Plaza Area depan Gedung Sate - Gasibu.

Nilai alokasi untuk pengawasan proyek ini mencapai sekitar Rp464 juta.

BACA JUGA:Bulog Pastikan Jemaah Haji 2026 Konsumsi Beras Premium Asal Indonesia

Rencana besar ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya memiliki kawasan pusat yang terintegrasi untuk meningkatkan marwah dan kewibawaan provinsi.

Beberapa poin utama dari visi penataan ini, di antaranya untuk menyatukan halaman Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu yang selama ini terpisah oleh Jalan Diponegoro.

Selanjutnya. menjadikan halaman depan sebagai lokasi utama upacara tingkat provinsi, sehingga tidak perlu lagi meminjam lahan Lapangan Gasibu secara terpisah.

Selain itu, menciptakan konsep "pesanggrahan" atau alun-alun yang lebih tertata dan estetik bagi masyarakat.

"Jadi ibu fokus untuk menata halaman Gedung Sate. Nanti wibawa, Jawa Barat punya alun-alun," ujar Dedi Mulyadi dalam dialog bersama Kepala Biro Umum awal tahun lalu.

Meski proses lelang pengawasan sudah terpampang di sistem elektronik, pelaksanaan teknis di lapangan masih menunggu detail lebih lanjut.

BACA JUGA:Prabowo Pastikan Defisit APBN di Bawah 3 Persen, Siap Tekan Lebih Rendah

Hingga Jumat (13/2/2026), Kepala Biro Umum Pemprov Jabar, Sekarwati, belum memberikan respons resmi terkait rincian jadwal eksekusi konstruksi fisik.

Penataan ini diharapkan dapat memberikan solusi atas keterbatasan ruang upacara resmi sekaligus mempercantik wajah ibu kota Jawa Barat di mata wisatawan dan masyarakat lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads