Menag Nasaruddin Umar Terima Gereja Ortodoks Indonesia, Bahas Liturgi Abad Pertama dan Puasa 40 Hari
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima kunjungan Gereja Ortodoks Indonesia dalam rangka dialog dan pendalaman tradisi keagamaan di Jakarta-Dok.Kemenag-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima kunjungan Gereja Ortodoks Indonesia dalam rangka dialog dan pendalaman tradisi keagamaan di Jakarta.
Pertemuan tersebut dihadiri Metropolitan Photios of Demetrias, Romo Episkop Daniel Byantoro dari Nikopolis, bersama jajaran Gereja Ortodoks Indonesia.
Dalam dialog itu, pihak Gereja Ortodoks memaparkan sejarah serta praktik ibadah yang menjadi ciri khas Gereja Timur dan masih dijalankan hingga kini.
“Ritual kami itu awalnya dikompilasi oleh Yacobus, saudaranya Yesus, pada abad pertama. Pada abad keempat, liturgi itu diperluas sedikit, ditambah beberapa doa oleh Yohanes Krisostomus. Lalu ditambah lagi oleh Basilius Agung. Jadi, ini adalah liturgi dari abad pertama yang kami lakukan, bukan liturgi modern,” kata Romo Episkop Daniel Byantoro, dalam keteranganya, Rabu, 25 Februari 2026.
Romo Episkop Daniel Byantoro melanjutkan bahwa hingga kini Gereja Ortodoks masih menggunakan bentuk-bentuk liturgi kuno tersebut.
“Jadi, paling tidak kami memiliki tiga bentuk liturgi dari zaman kuno, yaitu Yacobus yang kami gunakan hanya pada waktu peringatan namanya, tanggal 27 Oktober. Setiap minggu kami menggunakan liturgi yang dikompilasi oleh Yohanes Krisostomus," katanya.
"Dan pada perayaan-perayaan besar, kami menggunakan liturgi yang dikompilasi oleh Basilius Agung. Jadi, inilah yang menjadi liturgi kami sampai sekarang,” lanjutnya.
Selain liturgi, Romo Episkop Daniel Byantoro juga memaparkan tradisi puasa yang sedang dijalankan menjelang Paskah.
BACA JUGA:Baznas Bagikan 225 Paket Sembako untuk Warga Palestina yang Terdampak Konflik
BACA JUGA:Sejak 2013, LPDP Biayai 58.444 Penerima Beasiswa dan 3.861 Riset Nasional
“Kami ini sedang puasa 40 hari menyongsong Paskah. Mulai kemarin kami sedang puasa sampai nanti menjelang Paskah, 40 hari kami puasa,” jelasnya.
Menag juga menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari lebih jauh ajaran dan tradisi Gereja Ortodoks.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: