Apa Itu Selat Hormuz yang Ditutup Pasca Iran Diserang Israel-AS? Ini Dampaknya Bagi Indonesia

Apa Itu Selat Hormuz yang Ditutup Pasca Iran Diserang Israel-AS? Ini Dampaknya Bagi Indonesia

Selat Hormuz ditutup pasca Iran diserang oleh Israel dan AS, apa dampaknya bagi Indonesia?--X (Twitter)

Akibatnya, harga minyak akan melonjak dan pemerinah dihadapkan dengan dua pilihan sulit, yakni menaikkan harga jual ke masyarakat atau menambah anggaran subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak).

2. Inflasi meningkat, daya beli menurun

Adanya lonjakan harga BBM serta gas ini juga akan merembet ke harga barang dan jasa lainnya.

Seperti biaya distribusi naik, harga bahan pokok terdorong dan akhirnya masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih dalam untuk kebutuhan sehari-hari.

Saat harga melonjak, maka daya beli masyarakat akan menurun. Inflasi pun menjadi tidak terhindarkan serta menyulitka kelompok yang berpenghasila rendah.

Apabila tidak ada antisipasi dengan kebijakan pengendalian harga dan bantuan sosial yang tepat sasaran, maka tekanan bisa saja mengganggu stabilitas sosial serta ekonomi.

3. Nilai tukar rupiah makin melemah

Kenaikan harga energi global juga turut meningkatkan kebutuhan impor dan memperbesar defisit transaksi berjalan.

Di kondisi yang seperti ini, permintaan terhadap Dolar AS akan meningkat, padahal pasokan devisi sudah tak cukup untuk menahan tekanan.

Akibatnya, nilai tukar rupah pun melemah secara signifikan.

Rupuah yang melemah akan memperbesar biaya impor, termasuk juga untuk energi serta bahan baku industri.

Hal ini membuat Bank Indonesia (BI) nantinya terpaksa menaikkan suku bunga untuk menahan depresiasi yang pada akhirnya memperlambat pertumbuhan ekonomi.

4. Ancaman pada ketahanan energi nasional

Dengan adanya penutupan Selat Hormuz ini menunjukkan betapa rentannya ketahanan energi Indonesia pada krisis global.

Ketika jalur pasokan utama mengalami gangguan, maka Indonesia tak mempunyai cadangan energi strategis yang cukup besar untuk menahan guncangan dalam jangka panjang.

Karena ketergantungan pada impor minyak dan gas dari Kawasan Timur Tengah membuat Indonesia sangat rentan pada fluktuasi harga serta pasokan.

Perlu diketahui, bahwa penutupan Selat Hormuz bukan hanya sekadar isu geopolitik, melainkan menjadi sebuah ancaman nyata bagi global yang dapat mengguncang ekonomi nasional, termasuk Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads