Bertauhid Vertikal dan Horizontal ala Muhammadiyah

Bertauhid Vertikal dan Horizontal ala Muhammadiyah

Prof Jamhari Makruf, Ph.D. - Rektor Univeristas Islam Internasional Indonesia (UIII)-dok disway-

Selain itu, kemajuan juga mensyaratkan kepercayaan pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sejarah peradaban menunjukkan bahwa kemajuan selalu ditopang oleh science.

Peradaban Islam klasik pun mencapai puncaknya karena penguasaan ilmu pengetahuan.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah kewirausahaan.

Sejak awal, Muhammadiyah berkembang di pusat-pusat perdagangan seperti Bukittinggi, Pekalongan, dan Surakarta.

BACA JUGA:Agenda Peradaban Berbasis Kampus

BACA JUGA:Ekonom: Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Mencerminkan Era Koordinasi Fiskal-Moneter

Tradisi ini perlu dihidupkan kembali. Nabi Muhammad sendiri adalah seorang pedagang.

Kesejahteraan ekonomi bukan sekadar kebutuhan material, tetapi juga fondasi stabilitas sosial dan keagamaan.

Menuju Muhammadiyah yang Berkemajuan​

Sebagai gerakan yang sejak awal menempatkan kemajuan sebagai orientasi utama, keberagamaan Muhammadiyah tidak berhenti pada dimensi ritual, tetapi bergerak ke arah rasionalitas, penguasaan ilmu pengetahuan, serta penguatan basis ekonomi umat.

Dalam kerangka ini, iman tidak dipisahkan dari akal, dan ibadah tidak dipisahkan dari kerja-kerja sosial yang konkret.

Jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah yang kini tersebar luas menjadi modal strategis untuk menggerakkan transformasi tersebut.

Sebagian telah berkembang menjadi institusi yang kuat, tetapi tantangan ke depan menuntut lompatan yang lebih terarah dan terukur.

BACA JUGA:Media, Narasi, dan Politik Kebenaran

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads