Gemabudhi–KLH Tuangkan 10.000 Liter Eco Enzyme di Sungai Cisadane, Apa Tujuannya?

Gemabudhi–KLH Tuangkan 10.000 Liter Eco Enzyme di Sungai Cisadane, Apa Tujuannya?

Gemabudhi bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menuangkan sebanyak 10.000 liter eco enzyme ke Sungai Cisadane.-Purwadi/Disway.id-

Meski demikian, Sungai Cisadane memiliki debit air yang cukup besar, yakni sekitar 70 meter kubik per detik, sehingga secara alami mampu melakukan proses pengenceran dan pemulihan.

Namun, residu pencemar masih dapat tersisa pada sedimen sungai maupun rantai makanan.

“Pemberian eco enzyme ini bukan untuk menyatakan sungai tercemar, tetapi sebagai upaya membantu mempercepat pemulihan ekosistem dengan menumbuhkan mikroorganisme yang baik,” jelasnya.

BACA JUGA:Flash Sale Tiket Mudik Lebaran 2026 KAI Mulai Sore Ini, Diskon hingga 30 Persen

Hanif juga mengungkapkan bahwa hasil survei pemerintah menemukan sedikitnya 72 titik tempat pembuangan sampah ilegal di sepanjang aliran Sungai Cisadane hingga kawasan Teluk Naga.

Karena itu, ia menegaskan bahwa penanganan sumber pencemaran harus menjadi prioritas agar upaya pemulihan lingkungan dapat berjalan efektif. Sebab, seberapa banyak pun eco enzyme yang dituangkan, kalau sumber pencemaran tidak ditangani, maka masalah akan terus muncul.

"Keberadaan eko enzyme mudah-mudahan mampu melawan kuman-kuman jatuh dari TPS liar yang ada di sepanjang Sungai Cisadane sampai di Teluk Naga. Tentu masalah utamanya adalah kita harus bersama-sama mencegah sehingga tidak ada lagi TPS di sepanjang Sungai Cisadane tersebut," tandasnya.

Ketua Umum Gemabudhi Bambang Patijaya mengatakan, aksi penuangan eco enzyme ini melibatkan berbagai komunitas dan relawan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, termasuk mahasiswa.

Ia menyebutkan, komunitas eco enzyme di Indonesia berkembang pesat, dengan puluhan ribu kelompok masyarakat yang aktif memproduksi cairan ramah lingkungan tersebut.

“Ketika komunitas Eco Enzyme Indonesia Bersatu datang ke Komisi XII DPR, mereka melaporkan ada sekitar 50 ribu komunitas pelaku eco enzyme di Indonesia,” jelas Bambang.

BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026: Operasional Truk Dibatasi Mulai Pekan Depan

Bambang menyakini jumlah eco enzyme yang dibawa dalam kegiatan ini bisa melebihi 10.000 liter, karena banyak komunitas dan relawan yang membawa tambahan secara mandiri.

Bambang berharap aksi ini dapat memberikan manfaat bagi pemulihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai. “Yang paling penting bukan hanya bicara, tetapi aksi nyata untuk menjaga alam,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait