Rupiah Anjlok hingga Tembus Rp 17 Ribu, Analis : Masih Berpeluang untuk Bangkit

Rupiah Anjlok hingga Tembus Rp 17 Ribu, Analis : Masih Berpeluang untuk Bangkit

Selain itu di sektor keuangan, penyaluran kredit perbankan pada Januari 2026 tercatat tumbuh sekitar 9,96 persen secara tahunan. -Istimewa-

Devisa Hasil Ekspor jadi Penguat Stabilitas

Sementara itu, David juga turut menyoroti peranan kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang dinilai dapat membantu memperkuat stabilitas nilai tukar. 

BACA JUGA:Jadwal Swiss Open 2026 Hari Ini, Anthony Ginting Berjuang dari Babak Kualifikasi

BACA JUGA:Drakor Phantom Lawyer Tayang 13 Maret 2026 di Viu, Yoo Yeon Seok Jadi Pengacara Indigo?

Menurutnya, dengan mewajibkan sebagian hasil ekspor sumber daya alam disimpan lebih lama di dalam negeri, likuiditas dolar di sistem keuangan domestik berpotensi meningkat signifikan.

"Logikanya sederhana. Kalau selama ini devisa ekspor cepat keluar lagi ke luar negeri, pasar valas domestik menjadi tipis. Kebijakan DHE ini seperti membangun bendungan valas agar aliran dolar lebih lama berada di dalam negeri," tutur David.

Ke depan, David menilai stabilitas Rupiah akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan ekonomi. 

Dirinya juga turut menekankan pentingnya menjaga kredibilitas koordinasi kebijakan makro antara pemerintah dan bank sentral, memperdalam pasar valuta asing domestik, menjaga disiplin fiskal, serta memperkuat arus devisa dari ekspor dan investasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: