Dorong Perluasan Zona Bebas Air Tanah, PAM Jaya Minta Gedung Tinggi Setop Gunakan Sumur
Direktur Utama PT PAM Jaya Arief Nasrudin minta gedung-gedung tinggi setop gunakan sumber air dari tanah-Disway.id/Cahyono-
JAKARTA, DISWAY.ID - PT PAM Jaya (Perseroda) mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas zona bebas air tanah seiring meningkatnya cakupan layanan air bersih perpipaan di Ibu Kota.
Direktur Utama PT PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, perluasan zona tersebut penting dilakukan karena layanan air perpipaan di Jakarta kini telah mencapai sekitar 80 persen.
BACA JUGA:Gejolak Timur Tengah Bikin Dolar Menggila, Purbaya: Rupiah Masih Aman Terkendali
BACA JUGA:Bacaan Doa Ramadhan Hari ke-22 Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya, Amalan untuk Raih Keberkahan
Hal itu disampaikan Arief dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk “Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global” di Pressroom Balai Kota Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026.
"Sebenarnya ada satu hal yang memang saya ingin kuatkan, zona bebas air tanah. Ini yang sedang saya mintakan sama Pemprov DKI gitu ya, diperluas zona bebas air tanahnya, karena cakupan kami sudah di 80 persen atau 82 persen nanti sampai di tahun ini," kata Arief.
Ia menegaskan, gedung-gedung tinggi yang sudah mendapatkan suplai air dari PAM Jaya seharusnya tidak lagi menggunakan air sumur atau air tanah.
"Saya sudah harus menyatakan law enforcement bahwasannya gedung tinggi yang sudah airnya tersupai, stop ya. Enggak boleh lagi pakai air tanah," imbuhnya.
BACA JUGA:Proyek Galian di Jakarta Tak Ada Habisnya, PAM Jaya Beberkan Alasannya
Arief mengingatkan eksploitasi air tanah secara berlebihan dapat menimbulkan dampak lingkungan serius, termasuk penurunan permukaan tanah di sejumlah wilayah.
"Sangat jelas rasanya kalau kita melakukan eksploitasi air tanah, walaupun itu ada pemberian Tuhan gitu ya, bisalah gunakan dengan secara paksa dan maksimal, lihat kejadiannya sekarang sudah banyak banget," ungkapnya.
Ia juga mencontohkan sejumlah daerah di Indonesia yang mengalami penurunan tanah akibat penggunaan air tanah secara berlebihan.
"Bahkan sekarang sudah sampai di Semarang, Tegal gitu ya, enggak cuma Aceh yang tiba-tiba ada sinkhole gitu ya, yang kemudian mulai turun, tanah mulai turun, turun, turun, dan terus turun," ucapnya.
BACA JUGA:PAM Jaya Salurkan 1 Juta Al-Quran ke Sumatera, Didistribusikan ke Pesantren hingga Madrasah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: