Anisa dan Kisah Toleransi Ramadan di Sekolah Rakyat Kupang

Anisa dan Kisah Toleransi Ramadan di Sekolah Rakyat Kupang

Kisah Toleransi hadir di Kupang, kala Anisa adalah satu-satunya siswa muslim di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang yang menjalankan ibadah puasa-Dok. Kemensos-

“Bisa berpuasa, karena didukung teman. Mereka juga menghargai saya puasa. Mereka tidak pernah makan di depan saya pak,” imbuhnya.

BACA JUGA:Gus Ipul: Tiga Program Prioritas Kemensos Tunjukkan Tren Positif di Awal 2026

Selain menjalani sahur ditemani teman-temannya yang non-muslim. Anisa juga terkadang berbuka bersama siswa lainnya. Momen terakhir adalah saat teman-temannya dari OSIS SRMP 19 Kupang menyiapkan kegiatan buka bersama untuk Anisa.

Keindahan toleransi di Sekolah Rakyat tergambar dalam momen buka bersama ini, Anisa berkesampatan berbagi cerita pengalamannya selama ibadah puasa ramadan serta memimpin doa, tidak ada sekat, yang ada hanya kebersamaan. 

“Teman-teman kasih dukungan bilang semangat puasa Anisa,” ujarnya.

Salah satu guru SRMP 19 Kupang Maria Cindayani Rosari Limun (25), membagikan kesaksiannya bagaimana toleransi yang ditunjukan siswa membuat Anisa merasa tidak tersisih. 

“Teman-teman yang satu asrama dengan Anisa itu berinisiatif. Ada memang satu-dua anak yang bangun yang lebih pagi, sehingga berinisiatif membangunkan Anisa saat sahur,” kata Maria.

BACA JUGA:IHSG Ditutup Anjlok, Masih Nyaman di Zona Merah 1,61 Persen

Lebih lanjut, dia menambahkan saat bulan ramadan ini, dibandingkan teman-temannya, justru Anisa yang paling semangat mengikuti kegiatan di Sekolah.

“Masih ikut kegiatan, malah lebih semangat lagi. Teman-temannya sangat semangat, dia juga ikut semangat. Semua kegiatan kokurikuler, pembelajaran, bahkan sampai ekstrakurikuler, dia ikuti semua,” ujar Maria.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: