176 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol Layang MBZ, Volume Naik 36 Persen
Jasa Marga mencatat sebanyak 176.815 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) jelang arus mudik lebaran 2026. -Jasa Marga-
BEKASI, DISWAY.ID-- Pergerakan "kaum urban" meninggalkan Jakarta mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan pada H-4 Lebaran 2026. PT Jasa Marga mencatat sebanyak 176.815 kendaraan telah melintasi Ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) menuju arah Timur.
Lonjakan ini menandakan bahwa masyarakat mulai mencuri start untuk pulang ke kampung halaman lebih awal. Berdasarkan data Jasa Marga, angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 36,09 persen dibandingkan kondisi lalu lintas (lalin) normal yang biasanya hanya berkisar di angka 129.923 kendaraan.
Tak hanya itu, peningkatan drastis juga terlihat pada volume kendaraan yang secara spesifik menggunakan jalan layang MBZ pada periode tertentu, yang mencapai 40.523 kendaraan atau naik sekitar 74,36 persen dari titik pantau khusus.
BACA JUGA:12 Titik Mercedes-Benz Bus Lebaran Rescue Jelang Mudik 2026, Ditangani Mekanik Bersertifikasi
Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), Hendri Taufik, meminta para pemudik untuk lebih bijak dalam menentukan jam keberangkatan. Hal ini penting untuk memecah konsentrasi kendaraan agar tidak terjebak dalam kepadatan di atas jembatan layang terpanjang di Indonesia tersebut.
"Kami mengimbau para pengguna jalan untuk dapat mengatur waktu perjalanan secara bijak serta mempersiapkan perjalanan dengan baik agar tidak terjadi penumpukan pada waktu-waktu favorit," ujar Hendri di Bekasi, Senin (16/3).
Mengingat karakteristik Jalan Layang MBZ yang tidak memiliki jalur darurat seluas tol bawah dan tanpa rest area, PT JJC memberikan sejumlah poin krusial bagi para pengemudi:
- Kondisi Kendaraan dan Fisik: Pastikan pengemudi tidak dalam keadaan mengantuk dan kendaraan dalam kondisi prima.
- Bahan Bakar dan Saldo E-Toll: Pastikan kecukupan BBM dan saldo kartu tol karena tidak ada tempat pengisian di atas jalan layang.
- Waspada Cuaca: Antisipasi hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang serta licinnya permukaan jalan.
BACA JUGA:Ekonomi 'Mandi Keringat' Jelang Lebaran, Rakyat Butuh Guyuran Kas Negara
Hendri menekankan bahwa keselamatan harus menjadi panglima dalam perjalanan mudik tahun ini. Mengingat elevasi jalan layang yang tinggi, hembusan angin dan perubahan cuaca mendadak menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara.
"Kami terus memantau dan memastikan seluruh sarana pendukung beroperasi maksimal demi kelancaran arus. Pastikan semua persiapan matang agar perjalanan aman dan nyaman sampai tujuan," pungkasnya.
Dengan lonjakan yang sudah menyentuh angka 36 persen ini, diprediksi puncak arus mudik di jalur MBZ akan terus merangkak naik dalam dua hingga tiga hari ke depan seiring dengan dimulainya cuti bersama nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: