Kapolri dan Titiek Soeharto Resmikan 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
Kapolri, Menhut dan Titiek Soeharto saat meresmikan jembatan merah putih presisi di Riau.-Abdullah Sani-
KAMPAR, DISWAY.ID-- Wajah infrastruktur di pelosok Provinsi Riau berubah drastis. Selasa (17/3), Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, meresmikan sekaligus melakukan groundbreaking 110 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Bumi Lancang Kuning.
Dipusatkan di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, kehadiran para tokoh nasional ini disambut hangat dengan prosesi adat pengalungan kain songket dan tanjak.
Proyek ambisius ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara Polri, parlemen, dan kementerian dalam menjawab keluhan masyarakat akan akses transportasi yang sulit.
BACA JUGA:Aturan Baru Kemenhaj, Jemaah Bebas Pilih Jenis Haji, Tapi Bayar Dam Wajib Lewat Jalur Resmi
Kapolri Listyo Sigit menegaskan, jembatan ini bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan urat nadi ekonomi.
"Ini adalah wujud kolaborasi untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini terisolasi. Jembatan ini akan memangkas jarak tempuh dan memperlancar distribusi logistik," ujar Jenderal Sigit.
Kegiatan ini menandai selesainya Tahap I dan dimulainya Tahap II pembangunan jembatan yang tersebar di 12 kabupaten/kota se-Riau:
- Tahap I (Resmi Dioperasikan): 27 Jembatan tersebar di seluruh Riau, dengan jumlah terbanyak di Indragiri Hulu (4) dan Rokan Hilir (4).
- Tahap II (Mulai Groundbreaking): 83 Jembatan baru, di mana mayoritas kabupaten mendapatkan jatah masing-masing 7 jembatan, kecuali Kepulauan Meranti sebanyak 6 jembatan.
Dalam acara itu, sisi humanis menyeruak saat Titiek Soeharto melakukan dialog virtual dengan guru dan siswa SDN 018 Semulut, Kepulauan Meranti.
BACA JUGA:Dana Tembus Rp897 Triliun, Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perluas Manfaat dan Hunian Pekerja
Selama ini, 72 siswa di dusun tersebut harus bertaruh nyawa setiap hari melintasi jembatan kayu yang sudah lapuk dan goyang.
Kondisi makin mencekam karena sungai di bawahnya dihuni buaya yang kerap muncul ke permukaan.
Kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi jawaban atas doa para siswa agar bisa berangkat sekolah dengan aman tanpa rasa takut.
"Kami sangat mengapresiasi keberanian anak-anak kita. Jembatan ini adalah prioritas agar akses pendidikan tidak lagi membahayakan keselamatan mereka," ungkap Titiek Soeharto penuh empati.
Tak hanya meresmikan infrastruktur, Kapolri dan rombongan juga membawa kesejukan Ramadan bagi warga Kampar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: