ASDP Kerahkan KMP Prima Nusantara Urai Antrean Gilimanuk
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat langkah percepatan penguraian antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk yang meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir, seiring lonjakan mobilitas masyarakat menjelang penutupan sementara layan-Dok. ASDP-
Percepatan Stabilisasi Layanan
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan bahwa seluruh sumber daya saat ini difokuskan untuk mempercepat stabilisasi layanan di lapangan.
“Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan di lintasan tersibuk. Kami juga terus mengoptimalkan pola operasi kapal agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan antrean dapat ditekan,” ujarnya.
BACA JUGA:Haris Azhar Heran BAIS TNI Terlibat Teror ke Andrie Yunus: Harusnya Ngurus Intelijen Perang!
BACA JUGA:Sedih Pak Purbaya Semakin Kuyu dan Kurus, Ketua BEM Tiyo Ardianto Endus APBN Tak Baik-Baik Saja
Berdasarkan pemantauan lapangan pada Rabu (18/3) pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan terpantau berada di wilayah Desa Melaya dengan panjang sekitar 11 kilometer dari pelabuhan.
Seiring peningkatan kapasitas layanan dan pengaturan arus yang lebih terstruktur, kondisi antrean mulai menunjukkan tren perbaikan.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan seluruh pihak dalam menangani kepadatan.
Pemerintah bersama Korlantas Polri dan ASDP terus mengoptimalkan penanganan di lapangan melalui pengoperasian kapal berkapasitas besar, penambahan armada menjadi 35 unit, optimalisasi buffer zone, serta penerapan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) guna mempercepat layanan.
Selain itu, kepatuhan terhadap pembatasan operasional angkutan barang, khususnya truk sumbu tiga ke atas, turut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan menuju pelabuhan.
BACA JUGA:Ketua DPD Minta Serangan ke Negara Timteng Dihentikan: Semua Wajib Menahan Diri
Antrean Berkurang Bertahap
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan bahwa pengaturan operasional dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi real-time.
“Kami terus melakukan penyesuaian pola sandar dan bongkar muat agar pergerakan kapal semakin efisien dan antrean dapat berkurang secara bertahap,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: