Tol MBZ Sempat Ditutup, Jasa Marga dan Korlantas Pacu Arus Lewat Japek Bawah
PT Jasa Marga bersama Korlantas Polri sempat memberlakukan penutupan sementara Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ)-Dimas Rafi-
BEKASI, DISWAY.ID – Dinamika arus mudik Lebaran 2026 di koridor Jakarta-Cikampek (Japek) memaksa petugas mengambil langkah taktis.
Guna menghindari penguncian arus di "jalur langit", PT Jasa Marga bersama Korlantas Polri sempat memberlakukan penutupan sementara Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), kemarin.
Langkah berani ini diambil sebagai opsi untuk mengalirkan beban kendaraan ke jalur bawah yang dinilai memiliki skema rekayasa lebih fleksibel.
BACA JUGA:Ke Lampung Naik Motor, Pemudik Ini Tulis Pesan Romantis untuk Istri
Hasilnya pun instan lantaran penumpukan kendaraan di akses menuju MBZ berhasil diredam, dan arus dialihkan secara merata.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menjelaskan bahwa berfungsinya Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 menjadi faktor kunci keberhasilan strategi ini.
Arus kendaraan kini memiliki alternatif untuk langsung masuk ke Japek bawah tanpa harus membebani Tol MBZ.
"Dengan berfungsinya JORR 2, potensi kelancaran di Japek bawah meningkat. Kami melihat ini sebagai peluang untuk melancarkan arus," ujar Rivan saat meninjau kondisi di Bekasi, Kamis (19/3).
Sebagai kompensasi ditutupnya jalur layang, Jasa Marga dan kepolisian memperluas skema contraflow secara signifikan.
Jika sebelumnya hanya di titik tertentu, kini contraflow ditarik mundur mulai dari KM 36 hingga KM 70.
Rincian Pembagian Lajur Contraflow:
- KM 36 s.d KM 48: Diberlakukan dua lajur contraflow.
- KM 48 s.d KM 70: Diberlakukan tiga lajur contraflow.
"Evaluasi kami menunjukkan hasil positif. Kondisi lalu lintas berangsur landai dengan kecepatan rata-rata kendaraan kembali mendekati 60 kilometer per jam," tambah Rivan.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, mengungkapkan bahwa penutupan sementara MBZ merupakan respons cepat atas membludaknya jumlah pemudik yang melebihi prediksi awal di lapangan. Meski One Way nasional sudah dibuka, "ledakan" arus dari Jakarta tetap tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: