Nah Lho! Bukan WFH, Warga Korsel Diminta Jangan Mandi Kelamaan Imbas Perang Iran-Israel

Nah Lho! Bukan WFH, Warga Korsel Diminta Jangan Mandi Kelamaan Imbas Perang Iran-Israel

Ilustrasi mandi, warga Korsel diminta agar jangan terlalu lama agar hemat energi-Hannah Xu/ Unsplash-

BACA JUGA:Istana Tegaskan Wacana WFH Bukan karena Krisis BBM

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, mengatakan kepada BBC bahwa dunia sedang menghadapi “ancaman keamanan energi global terbesar dalam sejarah” dan sudah saatnya pemerintah lebih tegas soal penggunaan energi.

Ia mengakui langkah-langkah ini bisa sensitif secara politik, tetapi tingginya harga membuat masyarakat memiliki “dorongan besar” untuk beradaptasi.

IEA juga telah sepakat melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis dan menyarankan langkah seperti bekerja dari rumah serta mengurangi perjalanan udara untuk meredakan tekanan harga.

BACA JUGA:RI Tak Terapkan WFH, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jamin Stok BBM Aman di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Negara Batasi Energi

Birol kembali menegaskan rekomendasi tersebut dalam konferensi di Sydney pekan ini. Beberapa negara Asia sudah mulai menerapkan pembatasan konsumsi energi.

Bangladesh membatasi suhu AC maksimal 25 derajat Celsius, sementara Thailand menetapkan batas 26 derajat.

Beberapa negara juga mempersingkat jam sekolah dan universitas serta membatasi perjalanan dinas. Pakistan dan Filipina menerapkan minggu kerja empat hari bagi pegawai negeri.

BACA JUGA:SPPG Kaji Skema Rapelan hingga Pengalihan Sasaran Program MBG

Korea Selatan meluncurkan kampanye publik yang mendorong warga untuk mengurangi waktu mandi, mengisi daya ponsel di siang hari, dan menggunakan penyedot debu pada akhir pekan.

“Kami akan berkonsultasi dengan kementerian terkait dan secara aktif mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah,” kata Kim.

Filipina, yang sangat bergantung pada minyak dari Timur Tengah, telah mempersingkat minggu kerja di beberapa kantor pemerintah.

Presiden Ferdinand Marcos menyatakan keadaan darurat energi nasional, memperingatkan bahwa konflik ini menimbulkan “ancaman langsung” terhadap pasokan energi negara tersebut.

BACA JUGA:RI Tak Terapkan WFH, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jamin Stok BBM Aman di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Pakistan menutup sekolah selama dua minggu dan menyarankan pekerja kantor untuk lebih banyak bekerja dari rumah. Sri Lanka menetapkan hari libur nasional setiap Rabu untuk menghemat bahan bakar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: