Apa Itu Demo 'No Kings' di AS? Protes Gaya Otoriter Trump dan Keterlibatan Perang Iran
Jutaan rakyat menggelar demo 'No Kings" di Amerika Serikat (AS) pada Sabtu, 28 Maret 2026 untuk menentang Presiden Donald Trump.--The Guardian
"Semua itu dilakukan atas nama seorang pria yang berusaha memerintah layaknya seorang raja," sambungnya.
Aksi ini berlangsung dari pantai timur hingga barat AS yang mencakup seperti New York, Los Angeles, Chicago, hingga komunitas kecil di Alaska.
Para demonstran membawa spanduk, mengenakan kostum, hingga menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Demo No Kings di AS Diikuti Berbagai Kalangan
Reuters melaporkan demonstrasi ini diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk aktor peraih Oscar Robert De Niro, seorang kritikus Trump yang sering menyebut presiden AS sebagai ancaman eksistensial bagi kebebasan dan keamanan.
Holly Bemiss (54) mengatakan bahwa dia bersama peserta demonstrasi New York lainnya bertindak semangat yang sama seperti leluhurnya yang berjuang dalam Revolusi Amerika.
"Kami berjuang melawan raja dan kami berjuang untuk kebebasan," ujarnya.
Titik Fokus Demo No Kings di Minnesota
Demonstrasi diadakan di titik fokus utama adalah negara bagian Minnesota di utara.
Kota kembar Minneapolis dan St Paul menjadi pusat protes tentang tindakan keras Trump terhadpa imigrasi.
"Kita tidak akan pernah menerima presiden yang merupakan pembohong patologis, kleptokrat, dan narsisis yang setiap hari merusak Konstitusi Amerika Serikat dan supermasi hukum," kata politisi sayap kiri AS, Bernie Sanders.
Penyanyi rock legendaris Bruce Springsteen yang dikenal sebagai kritikus tajam presiden dijadwalkan tampil di St. Paul dengan membawakan lagunya "Streets of Minneapolis".
Springsteen menulis dan merekam dalam waktu 24 jam untuk mengenang Renee Good dan Alex Pretti, dua warga AS yang ditembak mati oleh agen ICE selama aksi protes pada Januari lalu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: