Potret Pesawat 'Pengintai' AWACS E-3 AS Hancur Terkena Serangan Iran di Saudi, Ahli Perang: Celah Bagi Musuh

Potret Pesawat 'Pengintai' AWACS E-3 AS Hancur Terkena Serangan Iran di Saudi, Ahli Perang: Celah Bagi Musuh

Pesawat pengintai AWACS E-3 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) hancur usai terkena serangan Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.-Tangkapan layar/X/@RWWReborn-

BACA JUGA:Email Direktur FBI Kash Patel Diretas Hacker Iran, Bongkar Foto dan Informasi Pribadi

Armada AWACS E-3 milik Angkatan Udara AS diketahui hanya menyisakan 16 unit karena sebagian besar telah dipensiunkan.

Pada tahun fiskal 2024, daya jelajah pesawat ini memiliki tingkat kesiapan misi sekitar 65 persen, itu artinya sedikit lebih dari setengahnya mampu terbang dan menjalankan misinya pada waktu tertentu saja.

Ahli kekuatan militer udara, Heather Penney, menilai bahwa kehilangan salah satu pesawat AWACS yang semakin langka --khususnya unit yang masih aktif digunakan dalam operasi saat ini-- dapat menghambat kemampuan Angkatan Udara AS untuk mengelola medan pertempuran.

"Hilangnya E-3 ini sangat bermasalah, mengingat betapa pentingnya pesawat-pesawat pengatur pertempuran ini untuk segala hal, mulai dari dekonflik wilayah udara, dekonflik antar pesawat, penargetan, dan memberikan efek mematikan lainnya yang dibutuhkan seluruh pasukan di medan perang," kata mantan pilot F-16 dan direktur studi dan penelitian di Mitchell Institute for Aerospace Studies milik AFA.

BACA JUGA:Trump Kecewa NATO soal Iran, Ejek Kapal Induk Inggris Seperti Mainan

Seorang ahli kebijakan pertahanan dan penelitian senior di Stimson Center, Kelly Crieco mengatakan bahwa kehilangan pesawat E-3 dapat menciptakan celah bagi musuh dan buruknya manajemen perang Angkatan Udara AS.

Dan, lanjut dia, kehilangan pesawat pengintai ini dapat menyebabkan hilangnya peluang untuk manargetkan pasukan Iran.

"Ini merupakan kerugian signifikan bagi perang dalam jangka pendek. Hal ini memiliki konsekuensi. Akan ada kesenjangan," beber dia.

Apalagi, Penney menambahkan, pilot pesawat tempur akan sangat bergantung pada laporan dan gambaran medan perang yang disajikan oleh pesawat AWACS.

BACA JUGA:Israel Tak Anggap Pernyataan Trump, 3 Situs Nuklir Iran Dihantam Rudal

"Nilai dari E-3 adalah para komandan pertempuran dapat melihat gambaran besar. Mereka adalah dalang caturnya, sementara pilot adalah uskup pejuang (merujuk pada istilah dan konteks sejarah dan medan perang pada Abad Pertengahan)," ujar Penney.

Sementara itu Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper mengatakan, pada 25 Maret serangan rudal dan drone Iran mereda lebih dari 90 persen sejak konflik pada 28 Februari.

Tapi kenyataan pahitnya Iran ntetap mampu meluncurkan rudal, seperti yang ditunjukkan pada insiden ini.

Bahkan Teheran terus menggempur pangkalan militer AS sebagai target utamanya di seluruh wilayah Teluk. Bahkan aset peperangan AS disebut semakin berkurang saat ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait