Jerat Tramadol: Pengawasan Lemah Jadi Surga Bagi Pecandu
Tramadol, obat keras atau jenis G jadi surga bagi pecandu meski dampaknya berbahaya-Dok. Disway.id-
Sementara itu, pria berinisial DAP, juga menceritakan masa kelamnya saat terjerumus akibat tramadol. Bagi dia, tm adalah dopping untuk bekerja.
Semua berawal ketika dirinya bekerja di pergudangan kawasan Kalideres, Jakarta Barat. DAP berposisi sebagai kuli panggul barang-barang.
Suatu saat, ia melihat temannya bekerja tidak pernah letih dan selalu bersemangat menjalani hari. Gaya bicaranya pun gacor seperti burung.
Setelah berkomunikasi dengan temannya itu, DAP diajari untuk mengkonsumsi tramadol. Dari situlah ia mengenal barang jahanam tersebut.
"Awalnya cuma ikut-ikutan teman, katanya biar kuat kerja. Lama-lama malah jadi kebiasaan," kata DAP kepada Disway, Minggu malam.
Seiring waktu, dosis yang dikonsumsi cenderung meningkat untuk mencapai efek yang sama. Pada titik inilah, pengguna mulai terjebak.
Ketika mencoba berhenti, muncul gejala putus obat seperti gelisah, sulit tidur, nyeri tubuh, hingga gangguan emosional.
"Yang paling sulit itu berhenti. Badan rasanya sakit semua, pikiran kacau. Akhirnya balik lagi pakai," tambah DAP.
Kini, ia sudah tidak lagi menggunakan barang haram tersebut. Malahan DAP lebih rajin berolahraga. Alasannya simple: malu sama anak.
Fenomena tersebut menjadi alarm bagi semua pihak, bahwa penyalahgunaan obat keras bukan sekadar isu kesehatan, melainkan juga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius.
Tim Liputan Khusus: Cahyono, Fajar Ilman, Rafi Adhi dan Candra Pratama
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: