Mabes Polri Jamin Pendaftaran Akpol 2026 Bebas 'Jalur Khusus' dan Percaloan
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Isir, menjelaskan terkait pendaftaran taruna-taruni Akpol 2026-Rafi Adhi-
JAKARTA, DISWAY.ID– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memberikan jaminan bahwa proses seleksi Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 berjalan secara murni dan objektif.
Mabes Polri menegaskan tidak ada "pintu belakang" atau kuota khusus dalam proses rekrutmen yang menjadi fondasi regenerasi kepemimpinan institusi Polri 30 tahun mendatang tersebut.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Isir, menyatakan bahwa seluruh tahapan seleksi tetap setia pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip ini merupakan instruksi langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memastikan hanya kandidat terbaik yang terpilih.
BACA JUGA:Waspada Calo! Polri Siapkan Hotline Khusus Rekrutmen Akpol 2026, Masyarakat Diminta Melapor
"Bersih artinya proses ini jujur, adil, dan bebas dari praktik KKN. Seluruh tahapan seleksi Taruna Akpol hanya melalui satu jalur resmi, yakni jalur reguler. Tidak ada kuota khusus," tegas Johnny Isir kepada awak media di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Tingginya minat generasi muda untuk berseragam cokelat terlihat dari data pendaftaran. Tercatat sebanyak 7.988 peserta telah mendaftar secara daring, dengan 5.432 di antaranya dinyatakan lolos verifikasi awal dan berhak mengikuti tahapan pemeriksaan administrasi serta seleksi lanjutan.
Polri juga mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan materi.
"Jika ada pihak yang mengiming-imingi kelulusan melalui jalur khusus dengan bayaran, segera abaikan. Itu adalah penipuan," tambahnya.
Masyarakat yang menemukan praktik percaloan diminta melapor melalui hotline rekrutmen di nomor 0821-1685-877 atau melalui Divisi Propam Polri.
Sanksi tegas menanti bagi anggota Polri yang terlibat pelanggaran kode etik, sementara pihak sipil akan diproses secara pidana.
BACA JUGA:Ikuti Arahan Pusat, ASN Bekasi Siap-siap WFH Setiap Jumat
Menanggapi sorotan publik mengenai pola pendidikan, Johnny Isir menegaskan bahwa Akpol terus melakukan evaluasi kurikulum untuk mengeliminasi budaya kekerasan senioritas.
Transformasi menuju "Polisi Sipil" menjadi fokus utama sejak era reformasi.
"Disiplin dan hierarki tetap penting, tetapi itu tidak identik dengan militeristik. Budaya kekerasan senior terhadap junior sudah dieliminasi. Kami menekankan kultur yang humanis, menghormati HAM, dan mengedepankan komunikasi dalam pelayanan masyarakat," jelas Johnny.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: