Jusuf Kalla Dilaporkan Buntut Ceramah Soal Mati Syahid di UGM

Jusuf Kalla Dilaporkan Buntut Ceramah Soal Mati Syahid di UGM

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dilaporkan GAMKI buntut ceramahnya di Masjid UGM yang menyinggung konflik agama dan mati syahid-Disway.id/Anisha Aprilia-

JAKARTA, DISWAY.ID - DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama lembaga kristen melaporkan Wakil Presiden ke 10 dan 12 Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya imbas pernyataannya soal 'mati syahid'.

Jusuf Kalla dilaporkan atas dugaan penistaan agama pada Minggu, 12 April 2026 malam.

BACA JUGA:50 Ide Tema Hari Kartini 2026 Kreatif dan Inspiratif, Cocok untuk Kegiatan Sekolah hingga Perkantoran

BACA JUGA:Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste di Piala AFF U-17 2026

"Kami dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) datang melaporkan Bapak Jusuf Kalla. Kehadiran kami juga mewakili sekitar 19 lembaga Kristen dan organisasi masyarakat," kata Ketua Umum GAMKI Sahat Martin Philip, Senin, 13 April 2026.

Laporan GAMKI teregistrasi dengan nomor LP/B/2547/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 12 April 2026.

Dalam laporan tersebut, Sahat selaku pelapor melaporkan Jusuf Kalla terkait dugaan penistaan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300 dan/atau Pasal 301 dan/atau Pasal 263 dan/atau Pasal 264 dan/atau Pasal 243 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023.

BACA JUGA:Saat Gibran Minta Maaf ke Jusuf Kalla, Bicara Arah Kebijakan Prabowo Terkait Harga BBM

Sahat mengatakan ucapan Jusuf Kalla ini membuat sakit hati dikarenakan tak sesuai dengan ajaran agama Kristen.

"Pernyataan ini kemudian tidak sesuai dengan ajaran agama Kristen di mana Bapak Jusuf Kalla mengatakan bahwa di dalam agama Kristen itu mengajarkan kalau membunuh yang orang atau orang yang berbeda agama dalam hal ini dinyatakan Islam agama itu syahid, masuk surga," ungkapnya.

"Padahal dalam ajaran agama Kristen tidak ada sama sekali yang pernah mengajarkannya, bahkan kita mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh kita sekalipun," lanjutnya.

Sementara itu, Stefanus Asat Gusma, Ketum Pemuda Katolik menambahkan jika agama Kristen tidak pernah mengajarkan kekerasan.

BACA JUGA:Hadiri Halal Bi Halal ISMI, Ketua DPD RI Sultan: Ini Era Kebangkitan Melayu

Bahkan, jelas dia, dalam suasana Paskah Tuhan Yesus wafat di salib, rela mengorbankan dirinya untuk menebus dosa manusia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: