Rupiah Anjlok Seiring Capital Outflow, Rp28 Triliun Dana Asing Kabur

Rupiah Anjlok Seiring Capital Outflow, Rp28 Triliun Dana Asing Kabur

Merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memicu sentimen negatif pasar. --pinterest

JAKARTA, DISWAY.ID - Merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memicu sentimen negatif pasar. 

Mengacu pada harga spot global, nilai tukar Rupiah sempat menyentuh level Rp 17.300 per dolar AS pada Kamis 23 April lalu,

Sebelum pukul 12.30 WIB terindikasi di kisaran Rp17.293 per dolar AS.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, pelemahan angka Rupiah ini sendiri turut dipengaruhi oleh sentimen negatif pasar global imbas konflik di Timur Tengah.

BACA JUGA:Rupiah Anjlok, IHSG Kembali Masuk Zona Merah di Penutupan Sesi I

"Tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional," jelas Destry.

Selain itu, data BI juga mengungkapkan bahwa modal asing yang keluar juga telah mencapai jumlah sebesar Rp 28 triliun pada kuartal I 2026. 

Pada saat yang sama, rupiah berada di kisaran Rp 17.140 per dolar AS, dan melemah 0,87 persen secara point to point dibanding akhir Maret 2026. 

BACA JUGA:IHSG Diprediksi Melemah Usai Rupiah Kembali Anjlok, Empat Saham Ini jari Sorotan Analis

Bukan Pertama

Pelemahan Rupiah ini sendiri bukanlah kali pertamanya di bulan April 2026 ini. Pada Selasa 7 April lalu, nilai tukar Rupiah turut mengalami pelemahan masif.

Dalam hal ini, nilai tukar rupiah terhadap USD, yang ditutup dengan kembali turun 70 poin atau setara 0,41 persen ke level Rp 17.105 per USD.

Tidak hanya itu. Sebelumnya pada akhir hari Jumat 27 Februari 2026, Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.750 per dolar AS, dengan Yield SBN 10 tahun turun ke 6,40 persen.

BACA JUGA:IHSG Ambruk Lagi, Latah Seiring Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Memicu Capital Outflow

Menanggapi kondisi ini, Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat memicu capital outflow, atau keluarnya dana investasi atau modal dari dalam negeri ke luar negeri, dari negara berkembang termasuk Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: