Rupiah Anjlok Seiring Capital Outflow, Rp28 Triliun Dana Asing Kabur
Merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memicu sentimen negatif pasar. --pinterest
"Dalam bahasa yang sederhana, investor global sedang memilih tempat yang dianggap lebih aman dan lebih menguntungkan. Ketika dolar menguat, semua mata uang lain cenderung terlihat lemah," jelas Achmad ketika dihubungi oleh Disway, pada Jumat 24 April 2026.
BACA JUGA:Mantap! Sultan DPD Apresiasi Satgas PKH yang Berhasil Amankan Ratusan Triliun Rupiah untuk Negara
Dalam hal ini, dirinya juga menyoroti pernyataan BI, yang menyatakan bahwa cadangan devisa Indonesia per akhir Maret 2026 masih sekitar 148,2 miliar dolar AS, yang menunjukkan BI masih punya amunisi untuk menjaga stabilitas.
"Cadangan devisa, betapa pun pentingnya, bukan sihir. Ia adalah penyangga, bukan penentu arah jangka panjang. Di sinilah letak kekeliruan umum dalam membaca nilai tukar," tegas Achmad.
"Banyak orang mengira mata uang akan kuat hanya karena ekonomi tumbuh. Padahal kurs adalah harga dari sebuah aset finansial, bukan sekadar pantulan," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: