Industri Logistik Ikut Tekan Emisi, Mayoritas Pengiriman Sudah Lebih Hijau

Industri Logistik Ikut Tekan Emisi, Mayoritas Pengiriman Sudah Lebih Hijau

Industri logistik semakin ramah lingkungan--Lalamove

JAKARTA, DISWAY.ID - Perubahan besar tengah terjadi di industri logistik.

Tanpa banyak sorotan, mayoritas pengiriman kini mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan sebagai upaya menekan emisi karbon.

Bahkan, sejumlah pelaku industri tercatat sudah melampaui target penggunaan kendaraan energi baru lebih cepat dari jadwal, menandai percepatan transformasi menuju logistik yang lebih berkelanjutan.

Lalamove, platform pengiriman dan perjalanan on-demand terkemuka, resmi merilis Sustainability Report 2025 yang menyoroti capaian perusahaan dalam mendorong keberlanjutan bisnis, mulai dari kinerja lingkungan, keamanan informasi, keselamatan mitra pengemudi, hingga kontribusi sosial di berbagai pasar, termasuk Asia Tenggara.

BACA JUGA:Pusat Logistik Bergeser ke Timur, Pertumbuhan Gudang Modern di Karawang Melesat

Secara global, Lalamove berhasil melampaui target penggunaan kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEVs) lebih cepat dari target yang semula ditetapkan untuk tahun 2028, dengan lebih dari 60% pesanan di China telah dipenuhi menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Pada kategori van, angkanya bahkan mencapai 67%.

Selain itu, Lalamove juga meraih sertifikasi ISO 27701 untuk sistem manajemen informasi privasi, mempertahankan tingkat operasional bebas cedera sebesar 99,9% di seluruh pasar, serta terus menghadirkan berbagai inisiatif dukungan bagi mitra pengemudi dan masyarakat.

BACA JUGA:Transformasi BUMN, 15 Perusahaan Logistik Bakal Digabung dalam Sebulan

"Sepanjang 2025, Lalamove terus mewujudkan komitmen keberlanjutan melalui langkah nyata dengan memanfaatkan pendekatan berbasis data di seluruh agenda ESG kami untuk memperluas dampak yang dihasilkan. Salah satu pencapaian penting tahun ini adalah secara global, Lalamove melampaui target penggunaan kendaraan energi baru tiga tahun lebih cepat dari rencana. Berbagai capaian ini menunjukkan bagaimana keberlanjutan menjadi bagian dari cara Lalamove beroperasi dan bertumbuh. Seiring ekspansi bisnis dan layanan yang terus bertumbuh di Indonesia, kami tetap berkomitmen menciptakan nilai jangka panjang yang terukur bagi mitra pengemudi, pengguna, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Andito B Prakoso, Managing Director Lalamove Indonesia. 

BACA JUGA:Transformasi BUMN, 15 Perusahaan Logistik Bakal Digabung dalam Sebulan

Lampaui Target Lingkungan, Perkuat Transparansi Iklim

Sebagian besar jejak karbon Lalamove berasal dari emisi Scope 3 yang dihasilkan kendaraan mitra pengemudi. Karena itu, percepatan penggunaan kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEVs) menjadi langkah utama perusahaan dalam menekan emisi.

Dengan lebih dari 60% pesanan di China telah dilayani menggunakan NEV dan telah melampaui target yang semula ditetapkan untuk 2028, Lalamove mencatat progres nyata dalam mengurangi sumber emisi terbesarnya.

Capaian ini didorong oleh kerja sama berkelanjutan dengan produsen otomotif dan mitra rantai pasok untuk memperluas akses kendaraan ramah lingkungan bagi mitra pengemudi.

BACA JUGA:Mitsubishi Fuso Perkenalkan Ekosistem 'Zero Down Time', Solusi Andal Logistik di GIICOMVEC 2026

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait