Pasutri Pedagang Sayur asal Cirebon Naik Haji Setelah Nabung Bertahun-tahun

Pasutri Pedagang Sayur asal Cirebon Naik Haji Setelah Nabung Bertahun-tahun

Hasanudin Masngad Sarti (61) dan Kudaedah Abdul Hayi (60) asal Astana Japura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat-MCH-

MADINAH, DISWAY.ID– Cita-cita berhaji akhirnya terwujud bagi pasangan suami istri Hasanudin Masngad Sarti (61) dan Kudaedah Abdul Hayi (60) asal Astana Japura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Berkat kegemaran menabung dari hasil berjualan sayur, mereka berhasil melunasi biaya haji dan tiba di Tanah Suci.

Pada Sabtu (25/4/2026) malam, pasutri ini mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz (AMAA) Madinah.

BACA JUGA:22.184 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Lansia dalam Pengawalan Ekstra

Mereka tergabung dalam kloter KJT 05 yang diberangkatkan melalui Bandara Internasional Kertajati, Majalengka.

Sehari-hari, Hasanudin dan Kudaedah berjualan sayuran di Pasar Japura.

Sebelumnya, Hasanudin berjualan asinan buah-buahan (mangga, kedondong, jambu) di Pasar Petojo Ilir, Jakarta Pusat selama 12 tahun.

Penghasilannya tidak menentu, kadang hanya Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari.

“Dari situ saya ngumpulin terus. Pokoknya nabung lah. Setelah cukup modal, saya pulang ke kampung tahun 2010 dan pindah jualan sayuran di Pasar Japura,” cerita Hasanudin.

Kebiasaan menabung terus berlanjut setelah mendaftar haji. “Abis daftar, lunasinya dari mana kalau tidak nabung? Hasil jualan sayur sehari paling bersih Rp60.000–Rp70.000. Dipakai untuk beras dan lauk juga habis, tapi tetap disisihkan sedikit demi sedikit,” ujarnya.

BACA JUGA:Dapur Uhud Taiba Sajikan Cita Rasa Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia di Madinah

Kudaedah (60) menceritakan pengalaman serupa. Ia menjual berbagai sayuran seperti cabe, bawang, kol, tomat, kacang panjang, terong, dan daun bawang.

“Harga sayuran sekarang mahal-mahal, untungnya sedikit. Tapi tetap nabung. Kadang sehari Rp20.000–Rp30.000, kalau rame bisa Rp50.000. Saya juga ikut arisan di pasar, kalau menang langsung ditabung ke bank,” katanya.

Ia ingat setoran awal pendaftaran haji sekitar Rp25,5 juta. “Setelah daftar, tabungan itu terus ditambah. Enggak tentu, sedikit-sedikit. Kalau tidak nabung, takut pas pelunasan tidak bisa bayar,” imbuh Kudaedah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: