Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Idrus Marham: Menteri Tak Produktif Harus Diganti

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Idrus Marham: Menteri Tak Produktif Harus Diganti

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham merespon soal isu perombakan kabinet atau reshuflle-disway.id/Anisha Aprilia -

Sejalan dengan lima fondasi tersebut, Idrus menegaskan bahwa tidaklah arif jika kritik yang berkembang di ruang publik justru mengarah pada tuntutan agar presiden mundur.

BACA JUGA:Cek Sekolah Rakyat Permanen Lampung, Gus Ipul: Juni Ditargetkan Siap Beroperasi

Menurutnya, persoalan utama bukan berada pada kepemimpinan presiden, melainkan pada tataran implementasi kebijakan di level kementerian.

“Tidaklah bijaksana apabila secara serta-merta muncul suara-suara yang meminta presiden turun. Masalahnya bukan pada presiden, tetapi pada pembantu-pembantunya,” ujar Idrus dalam keterangannya, Senin, 27 April 2026.

Pada hakekatnya reshuffle itu bukan sekedar sebuah evaluasi kinerja saja, tapi juga merupakan strategi untuk mendorong penguatan kapasitas kelembagaan, optimalisasi koordinasi, dan efektivitas dalam menjalankan agenda negara.  

"Kita mafhum bahwa pemikiran yang berkait dengan isu reshufle juga tak bisa dipisahkan dari menguatnya harapan dan kepercayaan publik pada efektifas kepemimpinan Presiden Prabowo," imbunya.

Karena, tamabh Idrus Marham bagaimana pun reshuffle yang tepat, bisa menjadi energi baru bagi penyesuaian strategi pemerintahan agar lebih responsif terhadap situasi ekonomi, sosial, maupun politik.

BACA JUGA:Polisi Kejar WNA yang Diduga Sekap Gadis dan Cekoki Narkoba di Hotel Jakut

Dengan kata lain, isu reshuffle bukan sekadar pergantian figur, tetapi juga sinyal bahwa arah kebijakan dan konsolidasi kekuasaan sedang ditata ulang untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat legitimasi pemerintahan.

"Di sini Idrus menekankan pentingnya langkah revitalisasi terhadap jajaran kabinet guna mendorong akselerasi kinerja yang lebih efektif dan produktif," sambungnya.

Upaya tersebut dinilai krusial agar seluruh program prioritas dapat berjalan optimal sebagai penjabaran dari visi besar presiden, termasuk agenda Asta Cita.

"Oleh karena itu yang perlu kita dorong adalah bagaimana presiden melakukan revitalisasi pembantu-pembantunya untuk memastikan adanya akselerasi kinerja kabinet yang lebih efektif,” lanjutnya.

Idrus juga mengajak seluruh elemen untuk memberikan masukan kepada presiden secara objektif dan faktual.

BACA JUGA:Wali Kota Jogja Hasto Bakal Tertibkan Daycare Tak Berizin Buntut Penelantaran Anak di Aresha

Menurutnya, kritik yang konstruktif akan membantu memastikan pemerintahan berjalan lebih solid, responsif, dan mampu menjawab berbagai tantangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: