Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Idrus Marham: Menteri Tak Produktif Harus Diganti

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Idrus Marham: Menteri Tak Produktif Harus Diganti

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham merespon soal isu perombakan kabinet atau reshuflle-disway.id/Anisha Aprilia -

Dalam konteks ini, evaluasi menjadi keniscayaan. 

Seiring perjalanan pemerintahan, presiden sebagai pengambil keputusan memiliki kewajiban untuk menilai kinerja para pembantunya secara objektif dan berbasis data di lapangan.

Idrus menegaskan bahwa reshuffle merupakan instrumen yang sah dalam sistem pemerintahan presidensial dan dapat digunakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas kabinet.

“Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia,” tegasnya.

BACA JUGA:HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit di Sektor Pangan, Bidik Produk Bernilai Tambah dan Kaya Manfaat

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian kapan reshuffle akan dilakukan.

Publik masih menunggu langkah konkret Presiden Prabowo, apakah akan segera merombak susunan kabinet atau menjadikan isu ini sebagai dorongan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

Bagi Idrus, yang terpenting bukanlah momentum reshuffle itu sendiri, melainkan hasil yang ingin dicapai.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama evaluasi adalah memastikan kabinet bekerja lebih solid, responsif, dan mampu menerjemahkan visi presiden secara nyata, sehingga pemerintahan dapat berjalan efektif dalam menjawab tantangan nasional maupun global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: