Transformasi Industri Hijau, ALVAboard Hadirkan Solusi Daur Ulang Plastik Berkelanjutan

Transformasi Industri Hijau, ALVAboard Hadirkan Solusi Daur Ulang Plastik Berkelanjutan

ALVAboard Perkuat Ekonomi Sirkular, Gandeng Rekosistem Hadapi Tantangan Pemanasan Global---Dok. Istimewa

JAKARETA, DISWAY.ID - Di tengah arus transformasi industri global yang semakin menitikberatkan pada keberlanjutan, sektor manufaktur di Asia Tenggara kini berada di titik krusial.

Isu pemanasan global tidak lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi risiko bisnis yang menuntut perubahan strategi secara menyeluruh.

Melihat kondisi tersebut, ALVA Group melalui unit bisnisnya, ALVAboard, mengambil langkah strategis dengan memperkuat implementasi ekonomi sirkular.

Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan Rekosistem, perusahaan teknologi iklim yang fokus pada pengelolaan sampah berbasis digital.

Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan pertumbuhan industri dengan tanggung jawab lingkungan yang terukur.

BACA JUGA:ALVAboard dan Rekosistem Siap Dukung Ekonomi Sirkular dari Sampah Kemasan

Mengubah Sampah Plastik Jadi Sumber Daya Bernilai

Selama bertahun-tahun, plastik kerap dipandang sebagai limbah yang sulit dikelola. Namun, ALVAboard mencoba mengubah perspektif tersebut dengan menghadirkan material berbasis polypropylene (PP) corrugated yang dirancang untuk mendukung siklus penggunaan berulang.

Produk yang dihasilkan tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga dapat digunakan kembali serta didaur ulang sepenuhnya. Pendekatan ini menjadi bagian dari konsep design for sustainability yang diterapkan dalam seluruh proses produksi.

“Kita perlu mengubah narasi dari sekadar 'mengurangi plastik' menjadi 'mengelola siklus plastik'.

Di ALVAboard, tanggung jawab kami tidak berakhir saat produk keluar dari pabrik. Kami memastikan bahwa produk tersebut memiliki jalan untuk kembali dan lahir kembali menjadi nilai baru,” ujar Alden Lukman.

Dengan konsep tersebut, ALVAboard berupaya menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

Kemitraan dengan Rekosistem menghadirkan sistem reverse logistics atau logistik terbalik yang memungkinkan kemasan bekas pakai kembali ke dalam rantai produksi.

Melalui jaringan Reko Hub dan Waste Station, masyarakat dapat dengan mudah mengumpulkan dan menyetorkan limbah kemasan plastik. Sistem ini tidak hanya mempermudah pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong partisipasi publik dalam praktik keberlanjutan.

Selain itu, teknologi digital yang digunakan memungkinkan pelacakan alur material secara transparan. Data yang dihasilkan menjadi dasar pengukuran kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, sekaligus memperkuat implementasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) di sektor industri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: