Pemkot Bekasi Segera Tutup Pemanen Perlintasan Kereta Ampera-Bulak Kapal

Kamis 30-04-2026,17:35 WIB
Reporter: Dimas Rafi |
Pemkot Bekasi Segera Tutup Pemanen Perlintasan Kereta Ampera-Bulak Kapal

Pembangunan flyover nantinya akan diputuskan setelah mempertimbangkan berbagai macam aspek, antara lain efektifitas waktu pengendara, dan kondusifitas arus lalu lintas.-Istimewa-

BEKASI, DISWAY.ID-- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pastikan akan melakukan penutupan secara permanen terhadap akses jalan perlintasan kereta api di sejumlah wilayah.

Hal tersebut diakibatkan karena tabrakan antara Commuter Line dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.

BACA JUGA:Kondisi Terkini di Lokasi Kebakaran Apartemen Mediterania, 89 Orang Berhasil Dievakuasi

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan bahwa penutupan secara permanen dilakukan setelah rampungnya flyover di Bulak Kapal.

"Kami tutup permanen Ampera dan Bulak Kapal. Tapi tentu diawali dengan pembangunan Fly Over di Bulak Kapal," tutur Tri.

Pembangunan flyover nantinya akan diputuskan setelah mempertimbangkan berbagai macam aspek, antara lain efektifitas waktu pengendara, dan kondusifitas arus lalu lintas.

BACA JUGA:IHSG Terpuruk ke Level 6.956 saat Penutupan, 900 Saham Babak Belur

"Pertimbangan karena kami tahu distribusi untuk jalan sangat berbatas. Semua nanti akan bergantung, mereka lewatnya ke Jalan Nonon Sonthanie yang ada di RS Bella, itu tentu akan membuat crowded, macet dan lain sebagainya, menambah beban warga masyarakat," papar dia.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Bekasi mengatakan bahwa rampungnya jembatan layang itu ditargetkan dalam enam bulan.

Ia optimis proyek itu berlangsung sesuai target jika anggaran yang disiapkan telah disalurkan.

BACA JUGA:Prodi Tak Relevan Terancam Dihapus, Begini Kata Mendiktisaintek!

Keputusan tersebut sesuai dengan perintah Presiden Republik Indonesia (RI) ke-8, Prabowo Subianto.

"Kalau uangnya segera, karena memang proses pembangunan itu enam bulan. Jadi kalau misalnya uangnya seperti yang disampaikan oleh Pak Presiden, akan ada Banpres (Bantuan Presiden) kan langsung bisa dikerjakan," kata Tri.

Selain itu, rencana tersebut memang sebelumnya telah lama dicanangkan. Namun, baru akan dikerjakan secara konkret dalm beberapa tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait