Dari Bandung ke Dunia Siswa Indonesia Digembleng Hadapi iGeo 2026

Sabtu 02-05-2026,09:27 WIB
Dari Bandung ke Dunia Siswa Indonesia Digembleng Hadapi iGeo 2026

Indonesia mengiririm perwakilan di ajang iGeo yang akan berlangsung di Istanbul, Turki, pada 7–11 Agustus 2026 merupakan kompetisi geografi bergengsi tingkat internasional bagi pelajar SMA-Istimewa-

JAKARTA,-DISWAY.ID -- Upaya menyiapkan generasi unggul terus diperkuat melalui pembinaan intensif calon delegasi International Geography Olympiad (iGeo) 2026.

Program yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional ini menjadi tahap krusial dalam menyaring dan mematangkan kemampuan siswa terbaik sebelum berlaga di panggung dunia.

Ajang iGeo yang akan berlangsung di Istanbul, Turki, pada 7–11 Agustus 2026 merupakan kompetisi geografi bergengsi tingkat internasional bagi pelajar SMA.

BACA JUGA:Cak Imin Desak Perusahaan Wajibkan BPJS Ketenagakerjaan bagi Seluruh Pekerja

Dalam proses menuju kompetisi tersebut, pembinaan tahap kedua difokuskan pada peningkatan kapasitas akademik sekaligus kesiapan mental peserta.

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menegaskan bahwa pembinaan ini dirancang sebagai bagian dari pengembangan talenta berkelanjutan.

Ia menyebut, para peserta tidak hanya diasah dari sisi teori, tetapi juga dilatih menghadapi tantangan kompetisi global yang kompleks.

Sebanyak 14 siswa terbaik hasil seleksi Olimpiade Sains Nasional cabang geografi mengikuti program ini. Dari jumlah tersebut, hanya empat orang yang akan terpilih sebagai wakil Indonesia di iGeo 2026.

Meski demikian, "seluruh peserta tetap mendapatkan pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal di masa depan," ujar Irene, di Bandung, Jumat, 1 Mei 2026.

BACA JUGA:Sekolah Rakyat Siap Sambut Siswa Baru, Penjangkauan Bebas Titipan

Selama dua pekan, para peserta menjalani berbagai tahapan pelatihan, mulai dari penguatan materi teori hingga simulasi tes internasional seperti Written Response Test, Multimedia Test, dan Fieldwork Test.

Pendampingan dilakukan oleh tim pembina yang terdiri dari akademisi dan praktisi geografi berpengalaman.

Salah satu peserta, Luminaire Tribuana Celmira, mengatakan bahwa ia mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama dalam praktik lapangan yang menantang.

Hal serupa disampaikan Fremmunizar Syahel Akbar yang menilai pembinaan ini membuka peluang memperluas jejaring sekaligus meningkatkan semangat berprestasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait