Penelitian Ungkap Hasil Riset Dampak Merokok dengan Kesehatan Gigi dan Mulut
Kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu pendekatan yang mulai banyak dibahas sebagai dampak kebiasaan merokok.--freepik.com
JAKARTA, DISWAY.ID - Kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu pendekatan yang mulai banyak dibahas sebagai dampak kebiasaan merokok.
Sejumlah dokter gigi dan akademisi menilai pendekatan ini dapat berdampak positif bagi kesehatan mulut, jika dibandingkan dengan kebiasaan merokok.
Kolonel Laut (K) Dr. drg. Yun Mukmin A., Sp.Ort. mengatakan selama ini upaya menekan angka perokok masih sebatas imbauan rutin yang dirasa kurang efektif.
BACA JUGA:Rekomendasi Klinik Dokter Gigi yang Bagus di BSD, Semua Layanan Serbadigital
Diperlukan strategi yang lebih aplikatif yang berbasis bukti ilmiah untuk mengelola risiko kesehatan secara berkelanjutan.
"Kalau hanya sekadar imbauan, biasanya kurang mengena. Maka itu, perlu ada strategi yang lebih jitu supaya prevalensi perokok itu menurun drastis. Maka penelitian-penelitian dari akademisi bisa menjadi rujukan penting untuk menyusun program untuk menurunkan prevalensi perokok,” ujar Yun Mukmin, dikutip Senin 4 Mei 2026.
Sementara itu, Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Amaliya dalam penelitian terbarunya menemukan terdapat prevalensi merokok yang cukup tinggi di lingkungan yang penuh dengan kondisi stres.
”Bagi mereka yang membutuhkan fokus dan kewaspadaan tinggi, sering kali merokok dianggap sebagai suatu kebiasaan yang dapat melepaskan stres,” jelas Prof. Amaliya.
BACA JUGA:Motor Ducati 850cc untuk MotoGP 2027 Terungkap, Gigi Dall'Igna Terkesan
Kendati dianggap sebagai suatu kebiasaan yang dapat meredakan stres, menurut Prof. Amaliya, mengonsumsi tembakau yang dibakar seperti rokok masih memiliki risiko tinggi.
Maka itu, ia menekankan bahwa kehadiran produk tembakau alternatif sebagai strategi untuk mendukung pengurangan bahaya tembakau.
“Jadi kalau menurut saya, strategi tobacco harm reduction atau pengurangan bahaya tembakau ini merupakan ajuran atau complementary. Yang artinya, memberikan dukungan dan tambahan terhadap program berhenti merokok yang masih merupakan gold standard,” tambah Prof. Amaliya.
BACA JUGA:Motor Ducati 850cc untuk MotoGP 2027 Terungkap, Gigi Dall'Igna Terkesan
Ia menekankan bagi yang merokok, jauh lebih baik untuk berhenti merokok. Akan tetapi, ia memahami hal ini tidak selalu mudah bagi para perokok.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: