DBL Camp 2026 Pakai Teknologi VALD, Ini Daftar Pemecah Rekornya
Barisan pemain yang berhasil menjadi peraih rekor di Kopi Good Day DBL Camp 2026.-Media DBL Indonesia-
DISWAY.ID - Kopi Good Day DBL Camp 2026 memang menjadi ajang unjuk kemampuan para talenta basket pelajar terbaik di Indonesia.
Di samping itu pada 2026, ada hal baru melalui pemanfaatan teknologi canggih untuk mengukur kualitas fisik para peserta secara lebih akurat dan berbasis data.
DBL Indonesia melakukan terobosan dengan menggandeng perangkat dari VALD Performance. Teknologi tersebut digunakan untuk menganalisis berbagai aspek fisik pemain. Mulai dari kekuatan otot, potensi risiko cedera, hingga efektivitas pergerakan di lapangan.
Dengan pendekatan tersebut, penilaian terhadap para campers tidak lagi hanya mengandalkan pengamatan visual, melainkan didukung data yang terukur dan presisi.
BACA JUGA:DBL Camp 2026 Berakhir, Ada Kejutan Sepatu Custom untuk All-Star Indonesia
Langkah itu bertujuan mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kondisi fisik atlet muda. Dengan begitu, pembinaan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran, sekaligus membantu pemain memahami kelebihan dan aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Seiring dengan diumumkannya skuad elit Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026, DBL juga merilis daftar pemain yang berhasil mencatatkan performa terbaik di berbagai kategori pengujian fisik.
Nama-nama di bawah ini menjadi sorotan karena mampu mencetak rekor di tengah persaingan ketat ratusan peserta.
BACA JUGA:Skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 Terbentuk, Diumumkan Bareng Program Super Teacher
1. Sprint 20m (dengan Teknologi Smart Speed)
Pada kategori sprint 20 meter, pengukuran dilakukan menggunakan teknologi Smart Speed. Alat itu memanfaatkan sensor laser dengan tingkat akurasi hingga milidetik. Sehingga hasilnya jauh lebih presisi dibandingkan metode manual.
Di sektor putra, Jasone Hiu dari SMA Santu Petrus Pontianak mencatatkan waktu terbaik. Sementara di sektor putri, catatan tercepat diraih oleh Gloria Keiko Geraldine Liem dari SMA St. Louis 1 Surabaya.
2. Yo-Yo Intermittent Recovery Test
Untuk uji daya tahan, DBL Camp tahun ini menggunakan Yo-Yo Intermittent Recovery Test yang dinilai lebih sesuai dengan karakter permainan basket.
Tes ini mengukur kemampuan pemain dalam memulihkan stamina setelah aktivitas intensitas tinggi yang dilakukan berulang.
Matthew Ivander Setiawan dari SMA Raffles Christian School Jakarta mencatatkan jarak 2.120 meter di sektor putra. Sedangkan Kartika Hatta Mahanani dari SMA BPK Penabur Jakarta memimpin sektor putri dengan capaian 1.320 meter.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: