Akses Kembali Dibuka, Penerbangan Internasional ke Belitung Perkuat Daya Saing dan Arus Devisa Pariwisata

Selasa 05-05-2026,23:02 WIB
Akses Kembali Dibuka, Penerbangan Internasional ke Belitung Perkuat Daya Saing dan Arus Devisa Pariwisata

Rute yang menghubungkan Bandara Changi dengan Belitung tersebut dioperasikan secara berkala setiap 2 kali dalam sepekan dan mendapatkan respons yang cukup signifikan dari wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.--Kemenko Perekonomian

Selanjutnya, Pemerintah menilai bahwa pengembangan pariwisata berbasis konektivitas juga menjadi strategi penting di tengah dinamika global. Sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, telah mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi besar pada infrastruktur dan aksesibilitas.

Dalam konteks nasional, KEK Tanjung Kelayang diharapkan dapat menjadi simpul utama (hub) pengembangan pariwisata berbasis internasional di luar destinasi yang telah mapan.

Data pariwisata menunjukkan kunjungan wisman ke Belitung konsisten meningkat dari sekitar 7.000 kunjungan pada tahun 2023 menjadi 10.000 kunjungan di tahun 2024.

Penerbangan langsung internasional tersebut diharapkan akan meningkatkan jumlah kunjungan dan memudahkan penciptaan branding Pulau Belitung sebagai destinasi pariwisata prioritas dan berkualitas.

BACA JUGA:Mantan Komisioner Kompolnas Surati Kapolri, Waspadai Politik Lokal Pengaruhi Penegakan Hukum Medis di Bangka Belitung

“Sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas, Belitung berada di posisi strategis hanya sekitar 1 jam dari Jakarta, Singapura, dan Kuala Lumpur. Kemenko Perekonomian berkomitmen untuk menjadikan status bandara internasional sebagai daya ungkit bagi bangkitnya sektor pariwisata di Belitung, dengan didukung keberadaan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang,” tambah Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Herfan Brilianto.

Sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan pelaku usaha akan terus diperkuat guna memastikan keberlanjutan operasional penerbangan serta peningkatan kualitas layanan destinasi.

Pemerintah juga akan terus mendorong optimalisasi KEK sebagai motor penggerak ekonomi, termasuk melalui peningkatan investasi, penguatan promosi, serta pengembangan ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan berdaya saing global.

“Kami melihat ini bukan sekadar pembukaan rute penerbangan, melainkan bagian dari strategi besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas basis penerimaan devisa negara,” tegas Juru Bicara Haryo

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait