Sudirman Said: Kembalikan Kampus sebagai Jantung Perubahan dan Laboratorium Solusi
Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN), Sudirman Said, memberi garis tegas tentang peran kampus sebagai Laboratorium Solusi-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID — Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN), Sudirman Said, memberi garis tegas tentang peran perguruan tinggi.
Ia menolak dua ekstrem sekaligus: kampus sebagai menara gading yang terputus dari masyarakat, dan kampus yang kehilangan identitasnya karena tunduk pada tuntutan di luar fungsi akademik.
BACA JUGA:Dari Kampus ke Gerakan Ekonomi: Saatnya Gen Z Naik Kelas Lewat Koperasi
Eks Menteri ESD itu menawarkan konsep yang ia sebut sebagai “sentra solusi” (center of solution). Kampus adalah tempat untuk turut memecahkan masalah nyata tanpa kehilangan jiwanya sebagai ruang pengetahuan.
"Kampus tidak boleh menjadi menara gading. Kampus harus menjadi jantung perubahan. Ia ruang bagi lahirnya ide sekaligus laboratorium solusi. Suatu pusat bagi lahirnya generasi yang bukan hanya siap bekerja, tetapi juga siap memimpin perubahan," ungkap Sudirman dalam pidato wisuda perdana UHN di Tegal, Jawa Tengah, Selasa, 5 Mei 2026.
Kampus, imbuhnya, tak boleh berhenti hanya sebagai center of excellence, tetapi harus bisa menjadi center of solution.
Pidato Sudirman menekankan pada hakikat perguruan tinggi dan peran kaum terdidiknya. Bagi Sudirman, ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah bukan komoditas pribadi, melainkan amanah, sehingga menuntut adanya pertanggungjawaban moral.
BACA JUGA:Kuliah Umum Dahlan Iskan di Universitas Paramadina: Pemimpin Harus Beri Sinyal Jika Sedang Krisis
"Ilmu yang Saudara-Saudara peroleh bukanlah milik pribadi semata. Itu amanah. Harus digunakan untuk membangun, bukan untuk meruntuhkan. Untuk menerangi, bukan untuk menyesatkan. Untuk memuliakan kehidupan, bukan sekadar mengejar kepentingan pribadi. Di situlah letak nilai sejati seorang lulusan UHN,” tegas Sudirman.
Berangkat dari situ, Sudirman menarik konsekuensi langsung pada para wisudawan. Wisuda, katanya, bukan akhir dari satu proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang sesungguhnya. Dan tanggung jawab itu menuntut lebih dari sekadar kompetensi teknis.
"Dunia tidak hanya membutuhkan manusia yang jago bicara, tetapi yang bisa bekerja. Bukan hanya cepat selesai kuliah, tetapi yang tahan uji. Bukan hanya yang banyak tahu, tapi yang berani bertanggung jawab," ujar Sudirman.
Untuk menunjukkan bahwa gagasan center of solution itu bukan sebatas retorika, Sudirman memaparkan sejumlah langkah konkret yang sudah diambil UHN kendati usianya belum genap setahun. Kampus hasil penggabungan Politeknik Harapan Bersama dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Tegal ini telah menjalin sejumlah kerja sama dengan sejumlah pihak.
Dengan Harvard Medical School, UHN membangun program Primary Healthcare Impact Lab (PHIL) dan penyiapan Fakultas Kedokteran yang dipimpin oleh eks-Senior Advisor World Health Organization, Diah Satyani Saminarsih.
Dengan Rujak Center for Urban Studies yang didirikan dan diarahkan oleh urbanis Marco Kusumawijaya, UHN membangun Pusat Studi Perkotaan Pesisir. Dengan Global Alliance for Sustainability, UHN membangun Pusat Studi Sustainabilitasyang dipimpin oleh Direktur Utama PT Mass Rapid Transportation Jakarta era 2016-2022, Dr. William Palitondok Sabandar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: