Dorong Kerja Luar Negeri, Kampus Diminta Cetak Talenta Global
Perguruan tinggi dinilai sebagai pusat utama pencetak talenta yang bisa mengisi kebutuhan tersebut-Disway/Doddy Suryawan-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah mulai merancang strategi besar untuk mendorong lulusan perguruan tinggi Indonesia berkarier di luar negeri. Upaya ini dilakukan melalui penguatan peran kampus dan sinergi lintas pemangku kepentingan.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyebut, saat ini tengah disusun formula efektif untuk memastikan peluang kerja global bagi lulusan perguruan tinggi.
BACA JUGA:Comeback Gila! Indonesia Bungkam Australia di Detik Akhir AFF Futsal 2026
“Kita ingin membangun budaya baru, bahwa bekerja ke luar negeri menjadi pilihan yang wajar dan strategis,” ujar Fauzan, di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Fauzan, kembali mengingatkan bahwa jumlah pekerja migran Indonesia masih relatif kecil dibandingkan negara seperti India dan Filipina.
Salah satu penyebabnya adalah faktor budaya, di mana bekerja di luar negeri belum menjadi tren di kalangan lulusan kampus.
Untuk itu, pemerintah mendorong keterlibatan perguruan tinggi melalui Career Development Center (CDC). Saat ini, terdapat sekitar 170 CDC di berbagai kampus yang akan diperkuat perannya.
BACA JUGA:Comeback Gila! Indonesia Bungkam Australia di Detik Akhir AFF Futsal 2026
“Ini bukan membangun dari nol, tapi menguatkan yang sudah ada agar mampu menyiapkan talenta global,” katanya.
Senada, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek,Khairul Mutadi mengatakan menilai peluang kerja global sangat besar di tengah fenomena kekurangan tenaga terampil (talent shortage).
Perguruan tinggi dinilai sebagai pusat utama pencetak talenta yang bisa mengisi kebutuhan tersebut
Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, kita harus memanfaatkan peluang luar negeri. Dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga brain circulation,” jelasnya.
BACA JUGA:RSCM Sebut Bola Mata Andrie Yunus Akan Ditutup Sementara Selama 6 Bulan Usai Tindakan Operasi
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri, Nandy Setiadi Djaya Putra menambahkan, forum ini melibatkan pembuat kebijakan, praktisi, dan asosiasi untuk merumuskan langkah konkret yang lebih efektif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: